Pemerintah periksa informasi 'influencer' lakukan vaksinasi ketiga

id vaksinasi ketiga,influencer,Pemerintah periksa informasi 'influencer' lakukan vaksinasi ketiga,Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Pemerintah periksa informasi 'influencer' lakukan vaksinasi ketiga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika diwawancarai awak media di Balai Kota, Jakarta, Jumat (30/7/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengecek informasi yang menyebutkan ada seorang "influencer" atau pegiat media sosial yang melakukan vaksinasi ketiga.

"Kami akan cek kebenaran informasi bahwa ada 'influencer' yang dapat vaksin ketiga," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Orang nomor dua di Pemprov DKI Jakarta itu menegaskan bahwa vaksinasi ketiga diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan.

Ia juga meminta para pegiat media sosial tersebut tidak melakukan aktivitas baik daring maupun luring yang mengganggu perasaan tenaga kesehatan.

"Kami mohon para 'influencer' agar tidak melakukan aktivitas 'offline' maupun 'online' yang dapat mengganggu perasaan para tenaga kesehatan," ucapnya.

Baca juga: Polda Kalteng gelar vaksinasi 'drive thru'

Sebelumnya, salah satu akun di media sosial mengunggah foto seorang yang mengaku divaksin tiga kali dengan latar gedung berlogo Pemprov DKI Jakarta.

Akun itu memberikan keterangan ada pemengaruh mendapat vaksinasi dosis ketiga.

Kementerian Kesehatan RI kemudian bereaksi atas informasi itu.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya sedang meminta klarifikasi kepada Pemprov DKI Jakarta perihal dugaan pemberian vaksin COVID-19 dosis ketiga yang diterima oleh seorang "influencer"

Baca juga: Gejala demam usai vaksinasi menandakan vaksin bekerja

"Kami sedang minta klarifikasi dengan DKI perihal laporan tersebut," katanya.

Nadia mengatakan informasi seputar pemberian vaksin dosis ketiga jenis Moderna kepada seorang pemengaruh di salah satu tempat berlatar logo Pemprov DKI Jakarta telah diterima oleh Kemenkes.

Menurut Nadia, permintaan klarifikasi dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI merupakan bentuk kolaborasi dalam menelusuri kebenaran dari kabar tersebut.

Baca juga: Syarat vaksinasi jangan 'menyandera' hak warga dalam pelayanan publik

Baca juga: Presiden Jokowi batalkan vaksinasi berbayar

Baca juga: Pemerintah perlu edukasi manfaat vaksinasi anak

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2021