Ketersediaan oksigen menipis, RSUD Kapuas lakukan jemput bola

id Rsud kapuas, oksigen kapuas menipis, rsud kapuas jemput bola kebutuhan oksigen, pamdemi covid 19, kalteng, kuala kapuas, kalimantan tengah, banjarbaru

Ketersediaan oksigen menipis, RSUD Kapuas lakukan jemput bola

Dirut RSUD Kapuas, dr Agus Waluyo. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, melakukan jemput bola yakni pengambilan suplai oksigen ke distributor yang ada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Ketersediaan oksigen di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas saat ini kondisinya sangat menipis, dikarenakan pasokan dari produsen yang ada di Banjarbaru sangat terbatas,” kata Dirut RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, dr Agus Waluyo di Kuala Kapuas, Senin.

Dikatakannya, untuk kebutuhan tabung oksigen per hari berkisar 60-100 tabung gas, tergantung kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh pasien. Apabila semakin tinggi kebutuhan oksigen yang diperlukan pasien dengan tekanan 10-15 LBM, maka kebutuhan oksigennya juga meningkat drastis.

Saat ini, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan jemput bola, yakni staf-staf RSUD secara langsung datang ke pihak distributor, untuk antre mengambil oksigen.

“Seperti yang baru-baru ini, pihak RSUD Kapuas antre selama 12 jam dan ternyata hanya mendapatkan 25 tabung," jelasnya.

Hal ini dikarenakan stok dari produsen yang juga terbatas, namun pihaknya selalu berupaya agar stok oksigen di RSUD dapat selalu terpenuhi.

Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus penularan COVID-19 di Kapuas semakin bisa ditekan.

Karena kasus COVID-19 selalu meningkat dan kebutuhan oksigen juga meningkat, sedangkan pasokan dari distributor menurun.

"Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak sampai terjadi yang namanya kekurangan oksigen,” pintanya.

Agus menambahkan, untuk tabung oksigen saat ini digunakan bagi semua pasien. Semua pasien yang memerlukan oksigen diberi oksigen, hanya saja karena ketersediaannya terbatas, maka pihaknya harus melakukan efisiensi sedemikian rupa dalam memilah mana yang memang harus menggunakan oksigen dan mana yang masih bisa tanpa menggunakan oksigen.


Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2021