Penderita COVID-19 di Bartim tetap berpeluang mengikuti seleksi CASN

id Penderita COVID-19 di Bartim tetap berpeluang mengikuti seleksi CASN, Kalteng, Bartim, Barito timur

Penderita COVID-19 di Bartim tetap berpeluang mengikuti seleksi CASN

Kepala BKPSDM Barito Timur, Jhon Wahyudi. ANTARA/Habibullah

Tamiang Layang  (ANTARA) - Panitia seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah memberi kesempatan yang sama kepada seluruh peserta, termasuk bagi peserta yang sedang menderita COVID-19.

"Peserta seleksi yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 untuk dapat dijadwalkan ulang di akhir seleksi di lokasi tempat peserta tersebut mengikuti seleksi atau lokasi BKN," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Barito Timur, Jhon Wahyudi di Tamiang Layang, Jumat.

Penderita COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri karena bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala, masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi CASN tersebut. Panitia berencana menjadwalkan ulang agar mereka bisa mengikuti seleksi abdi negara tersebut.

Sesuai pengumuman yang disampaikan panitia seleksi, peserta yang terkonfirmasi COVID-19 dan sedang menjalani isolasi wajib melaporkan kepada Panselda CASN Barito Timur paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan ujian.

Laporan disampaikan melalui email bkd.baritotimur@gmail.com dengan subyek : PCR-Positif_Nomor Peserta dengan menyertakan surat keterangan dokter dan atau hasil tes RT PCR serta keterangan surat menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang untuk dilakukan penjadwalan ulang.

Sementara itu bagi peserta yang tidak terpapar COVID-19, wajib melampirkan hasil pemeriksaan test antigen maupun "polymerase chain reaction" (PCR). Jika tidak melampirkan hasil pemeriksaan tersebut maka peserta dinyatakan gugur.

Menurutnya, kewajiban tersebut sesuai ketentuan yang disampaikan melalui surat oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) kepada Panitia Seleksi Daerah (Panselda) dan koordinasi BKPSDM Kabupaten Barito Timur.

Jhon menjelaskan, peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CASN bisa melengkapi atau melampirkan surat hasil pemeriksaan COVID-19, tes usap antigen dengan periode waktu 1x24 jam atau PCR dengan waktu 2x24 jam. Peserta yang tidak melampirkan surat hasil pemeriksaan COVID-19 akan dinyatakan gugur.

Baca juga: Jaksa Bartim cek proyek jalan senilai Rp5,3 miliar

“Peserta yang tidak bisa melampirkan surat hasil pemeriksaan COVID-19 tidak diperkenankan mengikuti SKD CASN dan dinyatakan gugur,” kata Jhon.

Jhon menambahkan, kesiapan penyelenggaraan tes SKD CASN tahun 2021 telah dimatangkan. Panselda dan BKPSDM Barito Timur telah mengecek lokasi dan mengatur sarana dan prasarana serta berkordinasi intensif dengan pihak PLN, Telkom serta BPBD dalam pelaksanaan tes SKD CASN di SMAN 1 Tamiang Layang pada 17 – 22 September 2021 nanti.

Saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19 dan pemberlakukan PPKM, maka penyelenggaraan tes tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Ditambahkan Jhon, peserta CASN yang akan mengikuti SKD di Bartim rata-rata adalah orang daerah setempat. Ada kebijakan bagi peserta dari luar daerah dengan bisa mengikuti tes SKD CASN di tempat lain di seluruh BKN regional se-Indonesia.

Hasilnya akan tetap langsung ditayangkan secara terbuka dan bisa diketahui peserta. Dia juga meminta peserta tidak mudah percaya pada calo atau oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan tes SKD nanti.

“Peserta bisa menyiapkan segala sesuatunya jauh hari agar mendapatkan hasil maksimal. Selain itu, patuhi protokol kesehatan agar tidak terpapar COVID-19 sehingga bisa mengikuti tes SKD CASN tahun 2021 dengan baik, lancar dan dalam kondisi sehat.” demikian Jhon Wahyudi.

Baca juga: Tarif antigen di RSUD Tamiang Layang Rp100 ribu

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2021