Dua bulan Polda Kalteng sita 1,3 kilogram sabu

id sabu kalteng,kapolda ,polda,kalimantan tengah,sita sabu,musnahkan barang bukti,palangka raya,kalteng

Dua bulan Polda Kalteng sita 1,3 kilogram sabu

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo bersama instansi terkait lainnya melakukan pemusnahan barang sitaan jenis sabu seberat 1,3 kilogram milik 11 tersangka yang kini mendekam di Rutan polda setempat di Palangka Raya, Jumat (17/9/2021). ANTARA/Adi Wibowo

Palangka Raya (ANTARA) - Selama dua bulan Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalimantan Tengah berhasil menyita narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,3 kilogram dari 11 tersangka yang diduga selama ini mereka yang mengedarkan barang haram tersebut ke masyarakat.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo yang didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Nono Wardoyo dalam pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di Mapolda setempat di Palangka Raya, Jumat, mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan periode Juli-Agustus 2021 di tiga wilayah kabupaten dan kota dengan total 11 kasus dengan 11 tersangka.

"Pengungkapan dari tiga wilayah tersebut yakni di Kota Palangka Raya delapan kasus dan delapan tersangka dengan barang bukti sabu 1.258,66 gram, Kabupaten Kotawaringin Timur satu kasus satu tersangka barang bukti 68,4 gram, selanjutnya kabupaten Kapuas dua kasus dua tersangka dan barang bukti 47,52 gram," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, barang bukti sabu yang berhasil disita dari para tersangka ini berasal dari Kota Pontianak,Kalimantan Barat, dan Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan, dan dibawa melalui jalur darat untuk diedarkan di Kalteng.

Melihat hal tersebut, Polda Kalteng akan terus mengembangkan perkara tersebut guna menggulung para bandar besar yang selama ini menjadi pemasok barang haram tersebut.
 
Para tersangka pemilik sabu seberat 1,3 kilogram dihadirkan saat pers rilis pemusnahan barang bukti sabu di halaman Mapolda setempat di Palangka Raya, Jumat (17/9/2021). ANTARA/Adi Wibowo

"Kami berkomitmen memberantas penyalahgunaan peredaran gelap narkoba di Kalteng. Tentunya juga akan menggandeng berbagai pihak demi mewujudkan Provinsi Kalteng Bersih dari Sindikat Narkoba (Bersinar)," ungkapnya.

Ditegaskan jenderal berpangkat bintang dua tersebut, 11 tersangka yang sudah  mendekam di rutan mapolda setempat rata-rata dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sedangkan untuk ancaman hukuman kurungan penjara bagi mereka minimal lima tahun penjara dan denda Rp1 Miliar dan maksimal 20 tahun penjara  kemudian denda Rp10 miliar," tegas Dedi.

Berdasarkan pantauan di lokasi pers rilis, 11 tersangka yang sudah mendekam di Rutan Polda Kalteng juga turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

Kapolda yang memimpin jalannya kegiatan itu bersama Kepala BNNP Kalteng, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi, Perwakilan Kepala Binda dan kepala Balai Obat dan Makanan Palangka Raya memusnahkan seluruh narkoba yang dijadikan barang bukti dari perkara tersebut.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan di dalam air dengan dicampur pembersih lantai, sehingga barang haram tersebut benar-benar tidak bisa digunakan sesuai fungsinya.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2021