Wali Kota Palangka Raya pastikan korban banjir mendapat bantuan

id fairid naparin,palangka raya,banjir

Wali Kota Palangka Raya pastikan korban banjir mendapat bantuan

Penyaluran bantuan untuk korban banjir oleh BPBD Kota Palangka Raya dan relawan di Palangka Raya, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/HO-BPBD Kota Palangka Raya)

Palangka Raya (ANTARA) -
Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Fairid Naparin memastikan para korban banjir di daerah itu mendapat bantuan, terutama dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pokok.

"Sebisa mungkin akan kami beri bantuan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan, terutama para korban musibah banjir," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Ia mengatakan hal itu di sela penyerahan 392 paket bantuan untuk korban banjir di Kelurahan Pahandut Seberang. Pemkot Palangka Raya juga terus memperbarui data korban banjir agar penyaluran bantuan semakin baik dan tepat sasaran.

"Secara bertahap kami akan terus memperbaharui pendataan para korban banjir sehingga bantuan dan program pemerintah dalam penanggulangan bencana ini tepat sasaran," jelasnya.

Ia mengatakan pemberian bantuan secara bertahap, baik langsung maupun melalui RT/RW, kelurahan, kecamatan dan dinas terkait.

"Pasti dapat semua kita upayakan namun bertahap dalam distribusinya. Kami mohon semuanya dapat bersabar," pintanya.

Pada hari yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan untuk warga Kelurahan Marang dan Kameloh Baru. Ia mengatakan secara perlahan banjir di sejumlah wilayah mulai surut seiring dengan berkurangnya intensitas hujan di Palangka Raya dan hulu Sungai Kahayan serta Sungai Rungan.

Berdasarkan data BPBD Palangka Raya, hingga Senin (20/9) tercatat warga ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi korban banjir 9.907 jiwa atau 3.856 kepala keluarga. Pada korban banjir akibat luapan Sungai Kahayan dan Rungan itu berasal dari 17 kelurahan di lima kecamatan di Palangka Raya.

Banjir juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, sekolah, kantor, rumah ibadah, lahan pertanian dan rumah masyarakat. 

Sejumlah ruas jalan dan jembatan terendam air sehingga tak dapat dilintasi warga. Masyarakat harus menggunakan perahu untuk mencapai tempat tujuan.

Rumah dan tempat ibadah warga juga terendam sehingga untuk sementara waktu sejumlah masyarakat harus berada di tenda pengungsian, tempat tetangga, dan keluarga yang tidak kebanjiran.

Pemerintah kota setempat telah mendirikan posko kesehatan, posko pengungsian dan posko relawan, serta mendistribusikan air bersih, mendirikan dapur umum, dan menyalurkan makanan siap saji. Pemkot juga menyediakan WC umum, pemantauan instalasi listrik dan perkembangan banjir selama 24 jam.

Pemkot Palangka Raya menetapkan status siaga darurat bencana banjir, berlaku hingga 31 Desember 2021. Status itu dapat diperbaharui sesuai kondisi di lapangan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2021