Pemerintah percepat vaksinasi COVID-19 untuk lansia dan anak

id vaksinasi COVID-19,Jodi Mahardi,vaksinasi lansia,vaksinasi anak,Jubir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

Pemerintah percepat vaksinasi COVID-19 untuk lansia dan anak

Sejumlah pelajar SMP Katolik Santo Paulus saat pelaksanaan vaksinasi massal di Palangka Raya, Senin (6/8/2021). ANTARA/Ronny NT

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyatakan pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak.

"Tingkat vaksinasi lansia perlu terus dikejar, terutama di wilayah-wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," kata Jodi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan percepatan vaksinasi itu sebagai bagian dari strategi pemerintah mencegah ancaman gelombang ketiga COVID-19 pada akhir tahun. Jika terjadi gelombang berikutnya, angka kematian akibat COVID-19 dan perawatan di rumah sakit dapat ditekan.

"Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2022, selain vaksinasi lansia yang perlu ditingkatkan, program vaksinasi untuk anak harus segera dilakukan," kata Jodi.

Jodi berharap dengan vaksinasi itu, imunitas anak dari vaksin COVID-19 sudah terbentuk saat liburan Natal dan Tahun Baru 2022. Selain vaksinasi, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) merupakan strategi pemerintah.

"Evaluasi PPKM beserta perpanjangan dan penyesuaiannya diadakan tiap minggu yang dipimpin oleh Presiden merupakan strategi yang akan terus dilakukan utamanya dalam menghadapi masa Natal dan Tahun Baru 2022," kata Jodi.

Jodi menegaskan lonjakan kasus COVID-19 pada akhir tahun 2020 disebabkan libur Nataru (Natal dan tahun baru). Dia mengungkapkan pada rapat koordinasi Minggu (10/10), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara spesifik meminta Kementerian Perhubungan, Polri, gubernur, pangdam, dan kapolda untuk menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 pada akhir tahun.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengungkapkan enam cara pemerintah untuk mencegah kenaikan kasus pascalibur Maulid Nabi Muhammad dan liburan panjang Nataru.

Pertama, memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Kedua, meningkatkan laju vaksinasi lansia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat ekonomi.

Ketiga, mendorong percepatan vaksinasi COVID-19 untuk anak. Keempat, mengantisipasi mobilitas pelaku perjalanan internasional yang berwisata ke Bali.

Kelima, mendorong pemerintah daerah betul-betul serius dalam mengawasi kegiatan masyarakat serta terus mengedukasi masyarakat tentang uraian protokol kesehatan. Keenam, mendorong agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan..

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2021