Seorang perempuan di Murung Raya ubah minyak goreng curah jadi kemasan

id Murung Raya, minyak goreng curah diubah jadi kemasan, minyak goreng curah diubah jadi kemasan di Murung Raya, Murung Raya, Kalimantan Tengah, Kalteng

Seorang perempuan di Murung Raya ubah minyak goreng curah jadi kemasan

Kapolres Murung Raya AKBP I Gede Putu Widyana saat menjelaskan pengungkapan kasus mengubah minyak goreng curah ke kemasan di Mapolres setempat, Puruk Cahu, Jumat (1/4/2022). ANTARA/Supriadi

Puruk Cahu (ANTARA) - Seorang perempuan berinisial H (32) warga Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, ditangkap oleh aparat kepolisian karena melakukan kegiatan ilegal yakni mengubah minyak goreng curah menjadi kemasan.

Tindakan itu dilakukan H demi mendapatkan keuntungan lebih banyak dalam memanfaatkan kondisi mahalnya harga minyak goreng sekarang, kata Kapolres Murung Raya AKBP I Gede Putu Widyana di Puruk Cahu, Jumat (1/4/2022).

"Dia telah ditetapkan menjadi tersangka. Untuk barang bukti, telah diamankan minyak goreng curah sebanyak 2.678 liter atau 2,6 ton yang sudah berada dalam beberapa kemasan," ucapnya.

Pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut berawal dari adanya informasi yang disampaikan masyarakat. Informasi tersebut ternyata benar, baru dilakukan penangkapan terhadap tersangka H sekaligus mengamankan barang bukti minyak goreng pada tanggal 30 Maret 2022 di Jalan Kolonel Untung Surapati, Kota Puruk Cahu.

Kapolres didampingi Kepala Disperindagkop UKM Murung Raya  Nyarutono Tunjan dan Kasat Reskrim Polres Murung Raya AKP Deni Langie mengatakan, minyak goreng curah tersebut dikemas dan diberi label dengan merk 'Toko Surya Mas Minyak Goreng Kunci Mas' dan dijual dengan harga Rp26 ribu per liter.

"Seharusnya minyak goreng curah tersebut boleh dijual dengan harga paling tinggi Rp17 ribu/liter.  Tapi, faktanya tersangka menjual Rp26 ribu/liter," ungkap dia.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka H, Kapolres juga mengatakan aksi mengubah minyak goreng curah ke kemasan tersebut dilakukannya sejak Februari 2022 lalu dan di jual dari rumah ke rumah.

"Minyak goreng curah yang di kemas ulang tersebut dijual ke masyarakat seputar Kota Puruk Cahu kurang lebih sudah mencapai 40 liter dengan keuntungan kurang lebih mencapai RP200 ribu," tambah Kapolres.

Untuk asal minyak goreng curah sendiri, H membeli dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan untuk meyakinkan pembeli, tersangka menamai produknya berasal dari merk terkenal. Atas perbuatan tersebut, Kapolres mengatakan tersangka H dikenai pasal perdagangan, perindustrian dan perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Baca juga: Wabup Murung Raya nikahi seorang dokter

Baca juga: Pemkab temukan harga minyak goreng di Mura capai Rp25 ribu per liter

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2022