
Tersisa tiga kandidat perebutkan kursi ketua KONI Kotim

Sampit (ANTARA) - Persaingan perebutan kursi ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyisakan tiga kandidat yaitu Ahmad Sarwo Oboy, Gahara dan Alexius Esliter.
"Dispora tetap mengawal proses tahapan penjaringan calon ketua KONI Kotim agar tetap demokrasi, agar aman lancar dan mendapat kan ketua KONI terbaik," kata Kepaoa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotawaringin Timur, Wiyono di Sampit, Selasa.
Tiga nama kandidat tersebut adalah kandidat yang mengembalikan berkas pendaftaran calon ketua KONI Kotawaringin Timur. Mereka langsung datang ke sekretariat panitia di kantor Dispora setempat.
Awalnya ada 10 orang yang mengambil formulir pendaftaran. Namun hingga batas akhir pengembalian formulir dan berkas pendukung pada Senin (7/7) sore, hanya tiga kandidat tersebut yang datang menyampaikan berkas.
Seperti diprediksi sebelumnya, maksimal hanya tiga orang kandidat yang benar-benar bisa melengkapi syarat untuk mendaftar. Hal ini lantaran ada ketentuan bahwa pendaftar harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari cabang olahraga atau pemilik suara pada Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kotawaringin Timur pada 11 dan 12 Juli nanti.
Pengurus KONI Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Organisasi, Saptaryo Kunindar mengatakan, setelah menerima berkas dari tiga bakal calon tersebut, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) akan memverifikasi dan memvalidasi berkas yang disampaikan.
"Setelah itu hasilnya kita beritahukan kepada bakal calon yang memenuhi syarat dinyatakan lolos. Kita beritahu untuk sekaligus nanti diundang pada saat Musorkablub," ujarnya.
Saptaryo yang menjabat Ketua TPP berharapan semua tahapan berjalan baik. Selanjutnya para bakal calon bisa bersaing di Musorkablub secara prosedur sah dan terbuka.
Menurutnya, KONI harus segera memiliki pengurus definitif karena harus melakukan persiapan menghadapi Porprov XIII Kalteng. Apalagi, Kotawaringin Timur merupakan juara umum pada Porprov sebelumnya, sehingga siapapun nanti yang terpilih mendapatkan tugas berat luar biasa untuk mempertahankan prestasi tersebut.
"Bagi kami, ketiga calon ini memang layak. Beliau-beliau yang mendaftar ini juga orang-orang secara kapabilitasnya mudah-mudahan mumpuni untuk memimpin organisasi KONI, tetapi bagaimanapun tetap hanya ada satu yang nantinya akan terpilih," demikian Saptaryo Kunindar.
Baca juga: Masih banyak OPD Pemkab Kotim minim inovasi
Sementara itu Ahmad Sarwo Oboy mengaku sudah mengumpulkan dukungan dari cabang olahraga (cabor) minimal 30 persen sesuai syarat. Dia berharap pelaksanaan Musorkablub nanti berjalan lancar.
"Mudah-mudahan juga kami bertiga ini sama-sama bisa lolos semua. Jadi kan kalau tiga-tiganya ke depan kita melanjutkan tahap selanjutnya," ujar Oboy yang menjabat Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur.
Kandidat lainnya yaitu Gahara mengaku juga mampu memenuhi syarat minimal dukungan 30 persen. Dia mengapresiasi banyaknya tokoh yang berminat memimpin KONI Kotawaringin Timur. Ini menandakan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap olahraga di daerah ini tetap tinggi.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kotawaringin Timur ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pemilih nantinya untuk menentukan pilihan saat Musorkablub. Dia hanya berusaha dan berkomitmen untuk membenahi dan terus memajukan olahraga Kotawaringin Timur.
Menurutnya, kasus hukum yang menimpa kepengurusan sebelumnya tentu akan menjadi pelajaran bagi semua pihak. Namun tentu semangat untuk memajukan olahraga Kotawaringin Timur tidak boleh padam.
Dia mengajak semua komponen untuk tetap bersemangat dalam melakukan pembinaan atlet. Olahraga Kotawaringin Timur harus terus maju dan mampu terus berprestasi sehingga menjadi barometer kemajuan olahraga di Kalimantan Tengah.
"Kasus hukum yang menerpa KONI itu kita anggap itu jadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Kita akan coba benahi dengan bergandengan tangan semua cabor," demikian Gahara yang juga menjabat Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotawaringin Timur.
Sementara itu Alexius Esliter mengaku ikut mencalonkan diri menjadi ketua KONI Kotawaringin Timur atas dorongan dan dukungan banyak pihak. Ini juga sebagai bentuk kecintaan dan kepeduliannya terhadap olahraga di Kotawaringin Timur.
Kepedulian terhadap olahraga di daerah ini menjadi dasar langkahnya karena selama ini kekosongan pimpinan definitif KONI membuat kepengurusan KONI diibaratkan seperti ayam kehilangan induk. Situasi ini kurang baik bagi pembinaan dan kemajuan olahraga.
"Kita di Kotim ini merupakan barometer dk Kalteng yang mana kita juara umum di kegiatan Porprov. Sayang jika Porprov tahun depan prestasi olahraga kita terpuruk," ujar Alexius Esliter yang merupakan politisi PDIP.
Baca juga: Legislator Kotim dukung SPPG untuk perluasan cakupan MBG
Baca juga: Pemkab Kotim usulkan revitalisasi Taman Kota Sampit pada perubahan APBD
Baca juga: Pemkab Kotim berhasil pertahankan aset Pasar Bina Karya
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
