Logo Header Antaranews Kalteng

TNI AU khawatir layang-layang ganggu penerbangan di Sampit

Selasa, 12 Agustus 2025 13:24 WIB
Image Print
Komandan Pos TNI AU di Sampit, Letnan Zulkarnain. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Maraknya warga bermain layang-layang di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menjadi sorotan TNI Angkatan Udara karena dikhawatirkan mengganggu penerbangan di Bandara Haji Asan.

"Jadi kita sebelum penerbangan itu kan ada namanya pemeriksaan di bandara. Di runway itu kita sering menemukan layang-layang di situ," kata Komandan Pos TNI AU di Sampit, Letnan Zulkarnain di Sampit, Selasa.

Masalah ini sengaja disampaikan Zulkarnain saat Coffee Morning di rumah jabatan Bupati Kotawaringin Timur. Kegiatan ini dihadiri Bupati Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala satuan organisasi perangkat daerah, termasuk para camat.

Menurut Zulkarnain, masalah ini perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan penerbangan. Kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) harus benar-benar steril atau bebas dari ancaman gangguan, termasuk layang-layang.

Kekhawatiran ini beralasan karena keberadaan layang-layang memang bisa mengganggu operasional pesawat. Apalagi saat pemeriksaan, sudah pernah ditemukan benang layang-layang yang nyangkut di pesawat.

Baca juga: OMC di Kalteng diharap turut berdampak ke Kotim

Untuk itulah Zulkarnain meminta ini menjadi perhatian bersama untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Pemerintah daerah diharapkan membuat imbauan kepada masyarakat agar tidak bermain layang-layang, khususnya di sekitar bandara.

Dia menjelaskan, wilayah KKOP bandara terbagi menjadi tiga zona, mulai dari radius 15 kilometer. Untuk zona merah yaitu radius 4 kilometer dan harus benar-benar bersih dari aktivitas yang berpotensi mengganggu penerbangan, termasuk aktivitas bermain layang-layang.

"Tetapi memang apalagi sekarang anginnya kan cenderung ke arah barat utara, jadi layang-layang terbang dari wilayah (kecamatan) Ketapang pun bisa (sampai bandara) nanti kalau putus. Yang kita khawatirkan yang putus itu bisa terbawa ke arah bandara," demikian Zulkarnain.

Menanggapi itu, Bupati Halikinnor mengatakan pemerintah daerah sudah membuat surat imbauan agar warga tidak bermain layang-layang, khususnya di sekitar KKOP Bandara Haji Asan Sampit. Namun menyikapi perkembangan situasi saat ini, dia kembali memerintahkan agar surat imbauan kembali dibuat agar layang-layang tidak mengganggu penerbangan.

"Saya minta camat, lurah dan semua pihak terkait untuk turun bersama mensosialisasikan kembali ini kepada masyarakat kita. Ini tolong menjadi perhatian karena ini menyangkut keselamatan penerbangan," demikian Halikinnor.

Baca juga: Perayaan HUT Kemerdekaan perkuat kekompakan insan pendidikan di Kotim

Baca juga: Pemkab Kotim dukung perubahan perda hak keuangan dan administrasi legislatif

Baca juga: PWI Kotim gelar pelatihan jurnalistik bantu tingkatkan kualitas berita



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026