Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 538 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Kalimantan Tengah telah mengikuti yudisium sarjana dan pascasarjana S2 Magister Administrasi Publik (MAP).
Wakil Rektor 1 UMPR Prod Dr Ir Chandra Anugrah Putra MIKom saat mengikuti yudisium di Palangka Raya, kemarin, menyampaikan selamat kepada para peserta yudisium baik S1 Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi dan S2 Magister Administrasi Publik.
"Sekarang ini kalian bukan lagi sebagai mahasiswa, namun sudah menjadi sarjana. Perjuangan kalian belum selesai, justru mulai sekarang lah start point memulai sebuah perjuangan ketengah masyarakat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama ini," ucapnya.
Bagi yang sudah S2, lanjutnya, bukan lagi start point tapi cek point yang sudah saatnya melakukan evaluasi dan terus berproses untuk meningkatkan kompetensi diri, meningkatkan jenjang karir dan pada gilirannya menuju titik puncak yang menjadi cita-cita dirajut selama ini.
Dirinya pun berharap setelah yudisium ini bukan berarti hubungan para alumni terputus dengan UMPR, tapi hubungan terus tetap terjalin. Para alumni adalah duta kampus untuk menyampaikan UMPR ke tengah masyarakat.
"Sampaikan lah hal-hal yang baik tentang kampus ini, dan tinggalkan hal-hal yang kurang baik tentang kampus ini," ujar Chandra.
Mewakili pimpinan universitas, sebut profesor termuda di Kalimantan itu, dia menyampaikan permohonan maaf kepada semua peserta yudisium kalau selama kuliah di UMPR, terdapat ketidakpuasan dan ketidaknyamanan. Walaupun pihak kampus sudah berbuat semaksimal mungkin, namun diyakini pasti masih ada yang kurang.
Baca juga: FBIT UMPR gelar kuliah pakar bertajuk seni berbahasa dalam lintas budaya
Sementara itu, Dekan Fisipol Dr Irwani MAP menyampaikan bahwa peserta yudisium kali ini cukup banyak yaitu 538. Jumlah tersebut dari tiga prodi yaitu S1 Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi dan Magister Administrasi Publik (MAP).
Dia menyebutkan, sebanyak 500-an mahasiswa yang beryudisium hari ini datang dengan komposisi yang beragam. Ada mahasiswa dari kalangan praktisi yang tetap meluangkan waktu menambah ilmu di tengah tanggung jawab besar terhadap bangsa.
"Semoga setelah ini, para lulusan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan," kata Irwani.
Dekan Fisipol UMPR itu juga mengungkapkan, rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium atas perjuangan panjang selama menempuh pendidikan.
Baca juga: FKIP UMPR kembangkan modul konseling berbasis nilai lokal bagi Remaja Broken Home
Baca juga: Dosen Psikologi UMPR bagi wawasan ke guru SD pendamping anak berkebutuhan khusus
Baca juga: Cegah perundungan sejak dini, UMPR bimbing Guru SDN 6 Langkai literasi hukum
