Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah terus menggenjot pembenahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalan Jenderal Sudirman km 14 Sampit.
"Saat ini sudah mencapai 78 persen. Sedikit demi sedikit, perubahan besar mulai terlihat. Melalui sistem control landfill buka-tutup, kita bergerak membawa Kotim menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” kata Marjuki di Sampit.
Peningkatan kebersihan kota dan penataan TPA merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan diri menuju penilaian Adipura 2025.
Penerapan sistem control landfill tidak hanya mengurangi pencemaran udara dan air, tetapi juga mengoptimalkan daya tampung TPA. Dengan sistem ini, area pembuangan dikelola secara bergilir, ditutup sementara untuk proses pemadatan dan pelapisan tanah, lalu dibuka kembali sesuai kebutuhan operasional.
DLH Kotim menurunkan Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan sampah untuk menjaga kebersihan, khususnya di jalan-jalan utama Kota Sampit. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Adipura 2025.
“Satgas kami terus bekerja tanpa lelah menjaga kebersihan kota. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sampit yang bersih, indah, dan asri,” kata Marjuki.
Baca juga: SMPN 1 Sampit dorong komitmen penuh komite mendukung prestasi siswa
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Satgas yang selama ini bekerja di lapangan dengan penuh dedikasi.
“Salut untuk seluruh Satgas Penanganan Sampah Kota Sampit. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dengan capaian penataan TPA yang hampir rampung dan peningkatan kebersihan di berbagai titik kota, DLH Kotim optimistis dapat meraih penghargaan Adipura 2025 sekaligus menjadikan Sampit sebagai kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi masyarakat.
Sampit terakhir kali meraih penghargaan Adipura kategori kota kecil terbersih pada tahun 1997, 2012, 2013, 2014, dan 2018. Marjuki optimistis penghargaan bergengsi itu akan kembali diraih.
Baca juga: Komisi III DPRD Kotim sarankan pemanfaatan gedung perpustakaan lewat kemitraan
Baca juga: DPRD Kotim dorong pemaksimalan pengelolaan sampah cegah sanksi berulang
Baca juga: DPRD Kotim dukung santri berperan aktif dalam pembangunan
