Palangka Raya (ANTARA) - Yudisium Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) yang dilaksanakan Kamis (23/10), di Aula Kampus-3 UMPR menjadi momen refleksi perjuangan bagi para lulusan.
Perwakilan mahasiswa berprestasi, Salsabila Aura saat acara menyampaikan pesan dan kesan yang menggambarkan perjalanan dan rasa syukurnya selama tiga tahun menempuh pendidikan di UMPR.
“Selama tiga tahun ini banyak pengalaman berharga dan perjuangan yang tidak terlupakan. Ini bukanlah akhir untuk belajar, tapi awal untuk semakin menyadari betapa luasnya ilmu yang belum kita ketahui,” ujar Salsabila.
Ia juga menutup dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.
“Di titik ini bukanlah hasil kita sendiri. Ribuan terima kasih untuk para dosen, orang tua, dan orang istimewa di dekat kita. Semoga langkah kita ke depan dimudahkan dan diberkahi. Semoga kita tidak berhenti belajar dan menjadi lulusan D3 Farmasi UMPR yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dekan Fakultas Farmasi UMPR Apt Nurul Chusna SFarm MSc yang menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Hari ini bukan hanya seremoni, tapi puncak perjalanan panjang, pengorbanan, dan doa antara orang tua dan kalian yang berjuang. Atas nama pimpinan Fakultas Farmasi, saya mengucapkan selamat karena telah resmi menyandang gelar tenaga kefarmasian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar para lulusan selalu memegang nilai-nilai profesionalitas dan akhlak dalam menjalankan tugasnya.
“Profesi kefarmasian bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga empati dan tanggung jawab moral. Janji yang diucapkan bukan sekadar kata-kata, tetapi janji suci di hadapan Tuhan dan masyarakat. Baju biru yang kalian kenakan adalah simbol amanah. Jalankan dengan hati tulus, kerja benar, dan niat ikhlas,” tuturnya.
Wakil Rektor I UMPR Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom, yang mengapresiasi perjalanan para mahasiswa hingga mencapai titik kelulusan.
Ia menggambarkan perjuangan tersebut sebagai proses panjang yang penuh warna dan emosi.
“Banyak warna-warni yang telah dilalui, suka duka, tawa, dan air mata. Hari ini bukan hanya kebanggaan kalian, tapi juga kebanggaan orang tua. Pulanglah ke rumah dengan senyuman dan tunjukkan rasa terima kasih kepada mereka,” kata Chandra.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga tanggung jawab moral sebagai lulusan tenaga kesehatan.
“Baju yang kalian kenakan hari ini juga merupakan tanggung jawab. Buktikanlah ilmu kalian kepada masyarakat. Setelah ini, mungkin kalian akan menjadi penyelamat manusia di bidang kesehatan. Mari kita sama-sama jaga rumah kita ini, UMPR,” tambahnya.
Kegiatan tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan bagi para lulusan yang resmi menyandang gelar tenaga teknis kefarmasian, turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kalimantan Tengah), jajaran dosen, dan tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan pengalungan gordon, dan berlanjut dengan pengucapan sumpah dan janji tenaga vokasi farmasi, yang dipandu oleh Wakil Rektor I UMPR, Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MT dan didampingi oleh Ketua Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kalimantan Tengah, Dr Deni P Sitepu SSos MAP.
Momen sakral tersebut menjadi tanda resmi bagi para lulusan untuk siap mengemban tanggung jawab profesi dengan penuh integritas.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada lima besar lulusan dengan IPK tertinggi, serta pemilihan Ketua Alumni D3 Farmasi Angkatan 2022 yang diperoleh oleh Bima melalui live voting, Apt Syahrida Dian Ardhany SFarm MSc terpilih sebagai dosen terfavorit dan Joni Triatama AMd Farm sebagai tenaga kependidikan terfavorit.
Baca juga: 150 peserta dari berbagai Indonesia ikuti webinar inovasi pembelajaran AI
Baca juga: UMPR sukses gelar pelatihan modul klasikal bermuatan Falsafah Huma Betang
Baca juga: FBIT UMPR laksanakan konferensi internasional hadirkan akademisi luar negara
