Sampit (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendukung pelaksanaan Ritual Tiwah yang terus dilaksanakan masyarakat hingga masa kini, bahkan dikemas menarik untuk menarik wisatawan.
"Kehadiran kami sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Tiwah. Kita tentu mendukung dan berharap Tiwah tetap dijalankan oleh masyarakat," kata Kepala Disbudpar Kotawaringin Timur, Wim RK Benung di Sampit, Jumat.
Tiwah merupakan ritual pemeluk agama Hindu Kaharingan. Tiwah merupakan ritual penghormatan untuk leluhur yang diyakini bertujuan untuk mengantarkan arwah orang yang sudah meninggal menuju alam keabadian.
Ritual Tiwah mempunyai rangkaian yang cukup panjang sehingga memerlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, umumnya para ahli waris memerlukan waktu untuk persiapan hingga mereka bisa menggelar Tiwah untuk orang tua atau leluhur mereka.
Minggu (26/10/2025) menghadiri Ritual Tiwah atas undangan warga di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Dia mengapresiasi kekompakan masyarakat bersama pihak keluarga sehingga kegiatan tersebut berjalan lancar.
Baca juga: PDIP Kotim ingatkan prioritas anggaran untuk kepentingan masyarakat
Wim mengatakan, Tiwah tidak hanya dipandang sebagai sebuah ritual bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan. Kini Tiwah juga membawa daya tarik wisata sehingga perlu dikemas lebih menarik, tanpa mengurangi sakralnya ritual tersebut.
Wim menambahkan, Pemkab Kotawaringin Timur berencana menggelar Tiwah massal di Kota Sampit pada 2026 atau 2027. Pelaksanaannya akan bekerja sama dengan Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) dan lembaga adat setempat.
Ritual Tiwah diharapkan juga membawa dampak positif terhadap sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, Tiwah akan membawa dampak positif yang luas.
"Kami ingin kegiatan ini terus dilestarikan dan bahkan dikemas menarik sebagai daya tarik wisata, tanpa mengurangi kesakralannya. Dengan promosi yang tepat, Tiwah bisa menarik wisatawan, menambah PAD, dan menggerakkan UMKM lokal,” demikian Wim RK Benung.
Baca juga: 1.871 tenaga kontrak di Kotim diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu
Baca juga: Kotim borong tujuh gelar juara GTK Kalteng
Baca juga: IWPG dan Lentera Kartini gelorakan semangat perempuan Kotim wujudkan perdamaian berkelanjutan
