Sampit (ANTARA) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melaksanakan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan sebagai komitmen serius dalam penguatan layanan PAUD sekaligus upaya masif pencegahan stunting.
"Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan bukan sekadar seremonial, tetapi wujud komitmen bersama memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, holistik dan integratif," kata Ketua Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor di Sampit, Senin.
Adapun kegiatan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan yang dirangkai dengan Workshop Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi satuan PAUD digelar di aula Werra Hotel Sampit. Kegiatan ini kelanjutan dari pengukuhan sebagian Bunda PAUD Kecamatan yang ada di wilayah Kotim, yang sebelumnya dilaksanakan.
Ada lima Bunda PAUD Kecamatan yang dikukuhkan kali ini, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Mentaya Hulu. Acara yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan PAUD tersebut menekankan peran strategis Bunda PAUD dan pendidik sebagai garda terdepan dalam memastikan tumbuh kembang anak optimal.
"Peran Bunda PAUD sangat strategis sebagai penggerak, penghubung dan penyemangat di tingkat kecamatan hingga desa," ucapnya.
Ia berharap, para Bunda PAUD yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak dalam penguatan layanan.
Termasuk, peningkatan partisipasi PAUD, pengembangan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dan pendampingan satuan PAUD dalam mewujudkan pembelajaran yang memerdekakan.
Upaya ini sejalan dengan dukungan terhadap Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun Pra-SD. Untuk memastikan program berjalan optimal, Khairiah juga mendorong segera dibentuknya Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di setiap wilayah.
Selain pengukuhan, fokus utama acara adalah pelaksanaan workshop PMT sebagai upaya konkret pencegahan stunting sejak usia dini yang berdampak langsung pada tumbuh kembang, kemampuan belajar dan masa depan anak.
"Satuan PAUD memegang peran penting sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan anak dan orang tua," katanya.
Melalui program PMT yang tepat gizi, edukasi pola makan sehat, dan kolaborasi dengan pihak kesehatan, ia yakin angka stunting di Kotim dapat diturunkan.
Oleh karena itu, Khairiah mengajak seluruh pihak untuk menguatkan edukasi gizi kepada orang tua, mengoptimalkan program PMT PAUD dengan menu sehat berbasis gizi seimbang.
Selanjutnya, membangun kolaborasi lintas sektor (pendidikan, kesehatan, PKK, pemerintah desa, dan swasta) dan menguatkan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.
Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia ikut menyoroti isu stunting sebagai persoalan yang berkaitan erat dengan masa depan generasi.
"Anak-anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, rendahnya daya tahan tubuh, hingga kemampuan belajar yang kurang optimal. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin," jelas Yolanda.
Baca juga: Komitmen perangi narkoba, ratusan pejabat di Kotim ikuti tes urine massal
Ia menyebutkan, PAUD adalah entry point (titik awal) untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang tepat, pola asuh yang baik dan lingkungan tumbuh kembang yang optimal.
Melalui workshop ini, ia berharap pendidik PAUD dapat meningkatkan pemahaman mengenai standar PMT, teknik penyusunan menu sehat dan pola pemberian makanan yang aman.
Yolanda juga menyampaikan ucapan selamat kepada Bunda PAUD Kecamatan yang dikukuhkan.
"Semoga kolaborasi antara Disdik, Bunda PAUD, satuan pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin erat untuk mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas dan inklusif," pungkasnya.
Menambahkan, Kabid PAUD dan PNF Disdik Kotim Legendaria Okta Bellary Nusaku, bahwa tujuan workshop PMT ini adalah untuk pencegahan stunting yang ada di satuan PAUD. Demi menyiapkan generasi penerus yang memenuhi syarat menuju Generasi Emas 2045.
"Kami berkeinginan kedepannya generasi penerus Kotim memenuhi syarat. untuk mewujudkan Generasi emas 2045," sebutnya.
Baca juga: SMPN 1 Sampit klarifikasi video viral terkait MBG
Dalam pelaksanaan workshop ini, pihaknya juga melibatkan Dinas Kesehatan yang memaparkan pemberian PMT yang tepat dan nantinya bisa diaplikasikan di setiap satuan PAUD yang dilaksanakan setiap bulan.
Ia menegaskan, bahwa program PMT ini berbeda dengan Makanan Bergizi Gratis (MBG). PMT merupakan program tersendiri yang ada di setiap satuan PAUD yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.
Anak-anak akan diberikan makanan yang sehat sesuai porsi masing-masing. Dengan PMT ini juga dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan anak-anak untuk mengkonsumsi makanan instan atau jajanan yang tidak sehat.
"Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat besar bagi kesehatan dan pendidikan anak usia dini, menjadikan Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai daerah yang ramah anak dan bebas stunting di masa depan,"demikian Legendaria.
Baca juga: Target pendapatan Gunung Mas turun Rp250 miliar
Baca juga: DLH Kotim perbaiki sistem untuk optimalkan pengelolaan sampah
Baca juga: Polres Kotim tingkatkan kepatuhan masyarakat melalui Operasi Zebra Telabang
