Sampit (ANTARA) - Persiapan kontingen Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 terancam terhambat lantaran keterlambatan dana hibah dan ini pun menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
“Sekarang sudah bulan November, berarti waktu efektif hanya sampai 15 Desember. Kalau pencairan belum juga dilakukan, bagaimana cabor bisa melakukan pembinaan, seleksi atlet, dan membuat Laporan Pertanggungjawaban LPJ,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah di Sampit, Selasa.
Riskon menyatakan kekecewaannya karena waktu efektif pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2025 sudah sangat mendesak. Dana hibah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang seharusnya disalurkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim hingga kini belum juga terealisasi.
Menurutnya pencairan dana itu, seharusnya sudah dilakukan sejak Triwulan I, mengingat alokasinya telah tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Keterlambatan ini pun dikhawatirkan akan sangat merugikan efektivitas pembinaan atlet.
“Pembinaan atlet tidak mungkin dilakukan secara maksimal hanya dalam waktu dua bulan. Ini sangat tidak ideal untuk mencapai prestasi,” tegas politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.
Baca juga: Penerima bantuan pangan di Kotim bertambah
Ia juga membantah spekulasi yang mengaitkan keterlambatan pencairan dana dengan masalah hukum yang pernah menimpa kepengurusan KONI sebelumnya.
“Itu sama sekali tidak ada hubungannya. Jangan campur adukkan masalah tersebut,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kotim ini menyerukan agar Dispora dan pihak terkait segera memproses pencairan dana demi kepentingan atlet daerah.
Ia juga mengingatkan Pemerintah Daerah bahwa jika pola keterlambatan pencairan dana terus berulang, akan sulit bagi Kotim untuk bersaing dan meraih target juara pada ajang Porprov mendatang.
“Kita memiliki 34 cabang olahraga yang perlu dibina. Jika dana dan waktu pembinaan saja terkendala, bagaimana kita bisa menargetkan posisi terbaik di Porprov,” demikian Riskon.
Baca juga: Komisi II DPRD Kotim tinjau langsung depo sampah samping SMPN 3 Sampit
Baca juga: Bunda PAUD Kotim perkuat garda terdepan pencegahan stunting
Baca juga: SMPN 1 Sampit klarifikasi video viral terkait MBG
