Tingkat stres dapat diturunkan dengan mengunjungi galeri seni

id galeri seni, Tingkat stres, dapat diturunkan, dengan mengunjungi, kalteng

Tingkat stres dapat diturunkan dengan mengunjungi galeri seni

Pengunjung melihat karya seni ilustrasi dari seniman Victor Abednego di Galeri Akartana, Malang, Jawa Timur, Senin (27/5/2024). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Jakarta (ANTARA) - Sebuah studi mengungkapkan bahwa seni mampu memengaruhi secara positif pada imunitas, hormon dan saraf pada waktu yang bersamaan, merujuk bahwa seni tak hanya menggerakkan emosi tapi juga menenangkan tubuh dan meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan.

Dikutip dari The Guardian, Selasa, studi yang dilakukan oleh King's College London ini melibatkan 50 orang usia 18-40 tahun di Inggris, separuh peserta melihat karya seni di Galeri Courtauld di London, sementara separuhnya lagi melihat salinan lukisan yang sama di lingkungan non-galeri.

Para peneliti menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol turun rata-rata 22 persen di antara mereka yang melihat karya seni asli, dibandingkan dengan hanya 8 persen yang melihat reproduksi.

Peneliti King's College London, Dr. Tony Woods mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan manfaat dari melihat karya seni asli dalam mengurangi stres.

“Hormon stres dan penanda inflamasi seperti kortisol, IL-6, dan TNF-alfa terkait dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit jantung dan diabetes hingga kecemasan dan depresi," katanya.

Pengalaman budaya, kata dia, berpotensi memiliki peran nyata dalam melindungi pikiran dan tubuh.

"Dari perspektif ilmiah, temuan yang paling menarik adalah bahwa seni memiliki dampak positif pada tiga sistem tubuh yang berbeda, sistem imun, endokrin, dan otonom secara bersamaan," tambah Woods.

Studi ini membuktikan bahwa melihat karya di galeri seni mampu membantu menggerakkan emosi dan menenangkan tubuh.


Pewarta :
Editor : Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.