Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) terus berupaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi, inovasi, dan kreativitas pembelajaran.
"Perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat penyimpanan buku," ucap Sekretaris Daerah Gumas Richard melalui Asisten I Sekretariat Daerah Lurand saat membuka bimbingan teknis literasi informasi di Kuala Kurun, Rabu,
Ia menyebut, perpustakaan kini telah berevolusi menjadi ruang belajar bersama, tempat masyarakat berbagi pengetahuan, pusat data dan informasi, sekaligus menjadi wadah kreativitas yang mendorong tumbuhnya inovasi.
Tema bimtek adalah Perpustakaan Sebagai Pusat Literasi, Inovasi, dan Kreatifitas Pembelajaran, YANG mencerminkan tujuan yang akan diraih yakni perpustakaan hadir sebagai penggerak budaya baca, pusat pengembangan kompetensi, dan mitra dalam proses pembelajaran sepanjang hayat.
Bimtek diikuti oleh pustakawan, guru, dan pegiat literasi. Di mana sejumlah pihak tersebut merupakan garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang melek informasi, berpikir kritis dan kreatif.
"Mari kita terus berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan agar dapat memberikan layanan terbaik, tidak hanya dalam memberikan akses informasi, tetapi juga dalam membangun budaya literasi yang kuat di setiap komunitas yang kita layani," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPK Gumas Maria Efianti menyampaikan, di era digital yang semakin maju, kebutuhan akan literasi informasi yang tinggi menjadi sangat penting bagi masyarakat.
Pustakawan, guru, dan pegiat literasi memiliki peran strategis sebagai pusat literasi inovasi dan kreativitas, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: Pemkab Gunung Mas dorong penguatan toleransi beragama di sekolah
Meski begitu, saat ini masih terdapat kesenjangan dalam kemampuan literasi informasi di kalangan mereka. Oleh sebab itu, bimtek perlu diadakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola dan memanfaatkan informasi, sehingga dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan literasi masyarakat serta mendorong inovasi dan kreativitas.
Bimtek yang diikuti puluhan peserta ini memungkinkan mereka menciptakan lingkungan yang mendorong pembelajaran seumur hidup, di mana individu dapat mengakses, mengevaluasi, dan mengolah informasi untuk menghasilkan solusi inovatif dan karya kreatif.
"Pada akhirnya itu semua akan meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya literasi di masyarakat Gumas secara keseluruhan," demikian Maria.
Baca juga: Tumbang Malahoi diharap jadi percontohan desa antikorupsi di Gunung Mas
Baca juga: Pemkab Gumas bakal tangani titik rawan longsor di Bukit Tambakoi
Baca juga: Waket DPRD Gunung Mas minta lelang proyek fisik dipercepat
