Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melalui Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (FBIT) mengikuti konferensi internasional Asian Academic Society for Vocational Education and Training (AASVET) 2025 di Tsukuba, Jepang yang mana delegasi FBIT UMPR mengangkat isu “Green Jobs”.
"Kegiatan ini berlangsung tiga hari pada November. Kegiatan ini diikuti peserta dari seluruh Asia Tenggara, Asia Timur hingga Asia Tengah," kata salah satu dosen peserta dari FBIT UMPR, Fitriyanto di Palangka Raya, Senin.
Dia menerangkan, pada kesempatan itu FBIT UMPR mengirimkan tiga dosen sebagai delegasi, yaitu Ade Salahudin Permadi MPd, DrMuhammad Noor Fitriyanto MPd dan Siti Arnisyah MPd. Mereka berperan aktif dalam menyajikan hasil riset yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Adapun penelitian yang dipresentasikan berjudul “Career Education For Green Jobs: The Process of Forming Green Skills Through a Handep Hapakat Work Culture for Vocational School”.
Riset tersebut mengkaji urgensi pendidikan karir menuju "green jobs", pekerjaan yang berbasis keberlanjutan dan berorientasi lingkungan, dengan mengadopsi kearifan lokal Dayak, yaitu Handep Hapakat, sebagai landasan pengembangan "green skills" di SMK.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana nilai budaya lokal dapat menjadi strategi efektif dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang kini bergerak ke arah ekonomi hijau.

Konferensi AASVET 2025 mengusung tema “Crafting Futures, Empowering Youth”, menyoroti pentingnya membentuk masa depan pendidikan vokasi yang responsif terhadap perubahan global, sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi transformasi industri.
Melalui forum ini, delegasi FBIT UMPR juga menjalin jejaring dengan para akademisi dan peneliti dari berbagai universitas di Asia. Kesempatan berbagi gagasan, berdiskusi, serta membuka peluang kolaborasi riset menjadi nilai tambah yang sangat berharga.
Fitriyanto, menyampaikan bahwa pengalaman ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan akademik di UMPR, khususnya dalam penguatan riset dan internasionalisasi fakultas.
“Kehadiran rekan-rekan dosen FBIT UMPR di AASVET bukan hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan vokasi harus bergerak menuju isu transisi hijau. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa riset kita tetap relevan, kontekstual, dan berdaya saing internasional,” ujar Fitriyanto.
Partisipasi FBIT UMPR dalam konferensi AASVET 2025 menjadi bukti komitmen fakultas dalam memajukan pendidikan, memperkuat kapasitas dosen, serta mengembangkan riset yang tidak hanya berbasis lokal, tetapi juga memiliki dampak global.
Dengan terus memperluas kolaborasi dan mengikuti forum internasional, UMPR menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan progresif dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan modern.
Baca juga: Akademisi UMPR-mahasiswa FAI Perkuat spiritualitas napi perempuan
Baca juga: Mahasiswa FKIP UMPR KKN latih optimalisasi pengunaan medsos bagi siswa SMA
Baca juga: Tim PkM UMPR latih kelompok tani di Kabupaten Pulang Pisau kelola web profil
