Logo Header Antaranews Kalteng

Bandara Haji Asan Sampit catat peningkatan penumpang pada libur Nataru

Selasa, 30 Desember 2025 16:55 WIB
Image Print
Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris menyampaikan fluktuasi penumpang selama periode libur Nataru 2025/2026, Selasa (30/12/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Dibandingkan tahun lalu, arus penumpang pada periode libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, paling tinggi itu terjadi pada 25 Desember, bertepatan dengan Natal,” kata Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris di Sampit, Selasa.

Ia menjelaskan, informasi ini berdasarkan data sementara yang terhitung dari 18 hingga 29 Desember, dengan membandingkan pergerakan penumpang pada 2024 dan 2025 pada periode yang sama.

Sementara itu, Posko Angkutan Nataru di Bandara Haji Asan Sampit berlaku selama 18 Desember 2025 - 6 Januari 2026. Artinya, akan pembaharuan data sampai dengan posko berakhir.

Berdasarkan data sementara tersebut, tercatat jumlah penumpang naik maupun turun pada Nataru 2024 sebanyak 5.352 orang dari 48 penerbangan, sedangkan pada Nataru 2025 tercatat ada sebanyak 6.022 penumpang dari 52 penerbangan.

Menurut Haris, ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara pada periode libur Nataru tahun ini. Salah satunya, bertepatan dengan libur panjang bagi kalangan pelajar atau sekolah.

“Peningkatan ini karena momentum libur sekolah yang memberikan waktu yang cukup panjang bagi orang tua untuk mengajak anaknya berlibur atau untuk keperluan lainnya. Selain itu, perusahaan–perusahaan (pihak swasta) juga banyak yang keluar daerah,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kotim klaim pertumbuhan ekonomi dan IPM lampaui target

Disamping itu, diskon atau potongan harga tiket pesawat juga mempengaruhi peningkatan jumlah penumpang. Potongan harga tiket tersebut merupakan kebijakan nasional yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun.

Merujuk pada detail yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2025 dan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2025, diskon tiket pesawat ini berlaku periode pembelian tiket 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 dan periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Untuk rute Sampit–Jakarta harga tiket turun dari Rp1.466.263 menjadi Rp1.277.325, Sampit–Surabaya dari Rp1.195.939 menjadi Rp1.040.205 dan Sampit–Semarang dari Rp1.249.780 menjadi Rp1.087.430.

Pesawat yang digunakan sama, yakni Pesawat Boeing 737-500 milik Maskapai NAM Air dengan kapasitas 130 penumpang.

“Rute yang dilayani masih sama seperti tahun lalu, yakni Sampit-Surabaya, Sampit-Semarang dan Sampit-Jakarta. Dari tiga rute itu yang paling banyak penumpangnya rute Sampit-Surabaya, rata-rata penuh terus untuk 130 seat,” lanjutnya.

Tidak ada penambangan jadwal penerbangan atau extra flight pada momentum libur Nataru kali ini. Penerbangan mengikuti jadwal reguler.

Rute Sampit–Jakarta buka setiap hari dengan waktu keberangkatan dan kedatangan berbeda. Senin, Rabu, Jumat dan Minggu berangkat 11.55 WIB, tiba 13.30 WIB. Selasa dan Sabtu berangkat 08.05 WIB, tiba 09.40 WIB. Kamis berangkat 16.05 WIB, kedatangan 17.40 WIB.

Baca juga: Legislator desak pemkab upayakan unit kerja KKP di Kotim

Rute Sampit–Surabaya melayani penerbangan lima kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu dengan waktu keberangkatan pada 08.05 WIB dan kedatangan 09.25 WIB.

Rute Sampit–Semarang melayani penerbangan tiga kali dalam seminggu, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu dengan waktu keberangkatan pada 10.45 WIB dan kedatangan 11.55 WIB.

Terkait operasional, Haris memastikan bahwa seluruh armada pesawat dalam kondisi prima dan tidak ada kendala teknis selama periode ini. Meski begitu, faktor cuaca yang tidak menentu sempat memberikan pengaruh pada jadwal penerbangan.

“Secara teknis tidak ada masalah, performance pesawat bagus semua. Namun dari sisi cuaca memang ada pengaruh, sempat terjadi beberapa kali penundaan (delay), tetapi sejauh ini tidak ada penerbangan yang dibatalkan (cancel),” bebernya.

Ia menambahkan, pihak bandara telah menyiagakan posko pengamanan dan pelayanan Nataru yang berlaku selama 18 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi terpadu dan pelayanan terpusat untuk memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang selama periode libur akhir tahun.

“Lalu, untuk arus balik saat ini belum terlihat dan aktivitas di bandara sementara stagnan setelah ada lonjakan kemarin. Kemungkinan untuk arus balik itu terjadi pada awal Januari nanti, sekitar Sabtu-Minggu seiring dengan berakhirnya masa libur Nataru,” demikian Haris.

Baca juga: DPRD Kotim masih tunggu respons Agrinas terkait lahan koperasi

Baca juga: Disbudpar Kotim imbau masyarakat lebih bijak saat berwisata

Baca juga: Maknai Natal 2025, Tokoh Kristen di Kotim sebut keluarga fondasi keselamatan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026