Sampit (ANTARA) - Modernisasi pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah kini memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi drone bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan), diproyeksikan mempercepat masa tanam dan efisiensi kerja petani.
“Drone yang kami terima ini dari Kementan, salah satu alat yang dialokasikan dalam rangka percepatan swasembada pangan yang nantinya digunakan untuk fasilitas Brigade Pangan (BP),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri di Sampit, Sabtu.
Kehadiran teknologi baru berupa drone ini pun menjadi daya tarik utama di stan DPKP Kotim pada acara Sampit Expo 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi pihaknya mempublikasikan teknologi tersebut kepada masyarakat.
Fitri menjelaskan, sebanyak empat unit drone diterima dari Kementan pada Desember 2025. Bantuan teknologi ini merupakan bagian dari alokasi Kementan untuk BP dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Adapun, BP adalah program Kementan untuk memodernisasi pertanian dengan melibatkan petani milenial, menerapkan teknologi canggih dan mengelola lahan secara terintegrasi. Satu BP terdiri dari 15 orang yang akan menangani lahan seluas 150-200 hektare mulai dari pra tanam sampai pasca panen.
Baca juga: Riuh suara penonton warnai kemeriahan mangaruhi dalam FBHH Kotim 2026
Sejak 2024-2025 total ada 24 BP di Kotim yang telah dibentuk. 24 BP tersebut tersebar di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut.
“Tahap awal ini kita baru menerima empat unit drone dan itu rencananya akan kami alokasikan untuk Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit dulu, karena BP paling banyak tersebar di dua kecamatan itu,” jelasnya.
Dia memaparkan drone yang diterima memiliki kapasitas tangki hingga 20 liter. Penggunaannya sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Ketika musim pemupukan maka tangki drone bisa diisi dengan pupuk cair, ketika perlu untuk pembasmian hama maka tangki drone bisa diisi dengan pestisida atau jika ingin mematikan gulma maka tangki drone diisi dengan herbisida.
“Tentunya setiap selesai digunakan tangki drone harus dicuci bersih terlebih dahulu agar zat didalamnya tidak tercampur dan berisiko merusak tanaman. . Dengan alat ini, kebutuhan tenaga kerja bisa lebih dihemat,” ujarnya.
Meskipun unit sudah tiba sejak Desember 2025, alat ini belum pernah dioperasikan. Pihak dinas masih menunggu teknisi dari pemilik merek untuk memberikan pelatihan khusus kepada para personel BP.
“Rencananya pelatihan akan dilakukan dalam waktu dekat, kira-kira pada Januari 2026 ini," imbuhnya Fitri.
Ia menambahkan, selain drone, Kotim juga menerima peralatan canggih lainnya untuk menunjang swasembada pangan antara lain combine harvester untuk alat panen dan rotavator untuk pengolahan lahan yang masing-masing telah mampu memenuhi kebutuhan 24 BP di Kotim.
“Dengan adanya integrasi teknologi ini, diharapkan proses pertanian di Kotawaringin Timur menjadi lebih cepat, efektif dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrobisnis demi memperkuat ketahanan pangan daerah,” demikian Fitri.
Baca juga: Lomba menyumpit kembali ramaikan Festival Budaya Habaring Hurung
Baca juga: Bupati Kotim apresiasi PT BGA Group tampilkan produk binaan lokal di Sampit Expo
Baca juga: Bupati optimistis perputaran uang di Sampit Expo 2026 capai target
