Logo Header Antaranews Kalteng

Pedalaman Sungai Barito surut, transportasi terganggu

Minggu, 25 Januari 2026 15:59 WIB
Image Print
Sebuah kapal bermotor atau kelotok berlayar melewati sejumlah lanting (bangunan terapung) di Sungai Barito di wilayah Kota Muara Teweh, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Kasriadi

Muara Teweh (ANTARA) - Tingkat curah hujan di wilayah Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara, Kalimantan Tengah, rendah membuat pedalaman Sungai Barito surut yang berdampak pada transportasi sungai terganggu.

"Curah hujan di dua kabupaten yang berada di hulu Sungai Barito ini rendah pada Januari 2026, sehingga berdampak pada surutnya sungai yang bermuara di laut Jawa itu, padahal daerah ini masih masuk musim hujan," kata Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Barito Utara Sunardi di Muara Teweh, Minggu.

Menurut dia, hujan di wilayah Kabupaten Murung Raya yang merupakan kabupaten di hulu Sungai Barito atau bagian utara dari Provinsi Kalteng sampai 20 Januari 2026 hanya memiliki tingkat curah hujan 184 milimeter (enam hari hujan) atau di bawah normal pada periode yang sama di daerah tersebut mencapai 218-381 mm.

Untuk wilayah Kabupaten Barito Utara juga rendah,tercatat sampai 25 Januari 2026 hujan sekitar 132,7 mm atau 13 hari hujan, sementara hujan normal pada bulan yang sama mencapai 347-335 mm.

"Hari ini di Muara Teweh ada hujan siang tadi tercatat dengan curah hujan 13,4 mm yang cukup membasahi daerah ini, apalagi dalam sepekan terakhir tidak turun hujan," kata Sunardi.

Sunardi menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG untuk wilayah Murung Raya dan Barito Utara pada bulan depan atau Februari masih masuk musim hujan dengan katagori menengah.

Terkait rendahnya hujan di daerah ini, kata dia, berdampak pada surutnya Sungai Barito dan anak sungainya, meski potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan kecil, tapi tetap waspada, sebab para petani masih belum membuka lahan pertanian.

"Jadi musim kemarau di kedua daerah tersebut di perkirakan pada Juli, di mana Juni-Agustus warga mulai membuka lahan untuk menanam padi ladang," jelas dia.

Sejumlah anak-anak mandi di Sungai Barito di wilayah Kota Muara Teweh yang surut,Minggu (25/1/2026).ANTARA/Kasriadi


Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara Mihrab Buanapati melalui petugas pelabuhan UPTD Dermaga Muara Teweh Syamsu Rizal mengatakan kondisi air Sungai Barito dalam sepekan lebih terus menurun, sehingga kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar.

Ketinggian debit air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada Minggu (25/1) siang menunjukkan angka 2,00 meter atau turun dibanding Minggu pagi 2,10 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

Baca juga: Bupati Barut perintahkan percepat finalisasi desain tiga jembatan strategis

Baca juga: Tingkatkan fasilitas, Bupati Barut usulkan pengembangan Bandara HMS Muara Teweh ke Kemenhub


Kondisi air sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu terus surut.

"Saat ini tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan Teluk Siwak, Kecamatan Montallat," katanya.

Sejumlah kapal tunda (tugboat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada beberapa bulan lalu saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar pada beberapa tempat.

"Mereka tidak bisa berlayar karena sungai cepat surut sudah sepekan lebih," katanya.

Bahkan kapal angkutan penumpang bis air yang biasa melayani penumpang di sepanjang Sungai Barito tujuan Muara Teweh - Banjarmasin, Kalsel setiap hari Kamis tidak bisa berlayar karena sungai surut.

"Angkutan penumpang menggunakan transportasi kecil seperti kapal cepat atau speedboat masih normal untuk mengangkut penumpang tujuan Muara Teweh - Buntok, serta ke sejumlah desa lainnya," ujar Syamsul.

Baca juga: Bupati Barito Utara paparkan arah pembangunan melalui GASPOL 11.12

Baca juga: Koordinasi ke KPK, Bupati Barut tingkatkan integritas pemerintahan daerah

Baca juga: Bupati Shalahuddin tekankan kepemimpinan berintegritas pada ESQ Leadership

Baca juga: Pemkab Barito Utara jajaki kerja sama pengembangan BLK



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026