
Satgas Saber Pangan telusuri penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas di Kotim

Sampit (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan bentukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memantau harga bahan pangan sejumlah pasar di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dan menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
"Seperti harga cabai merah keriting itu kan dari Jawa, katanya kan lagi pasang (laut) jadi mungkin pengaruh itu juga jadi harganya tinggi. Telur ayam juga agak tinggi sedikit makanya, masih kita telusuri di tingkat distributor," kata Anggota Satgas Saber Pangan Pusat Badan Pangan Nasional Wilayah Kalimantan Tengah, Ayu Saza Nurwendah di Sampit, Rabu.
Satgas Saber Pangan memantau harga dan stok pangan Pusat Perbelanjaan Mentaya, Pasar Ikan Mentaya dan Pasar Subuh. Mereka didampingi perwakilan Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Polres Kotawaringin Timur serta Bulog Cabang Sampit.
Ini merupakan hari kedua tim Satgas Saber Pangan melakukan pemantauan di Sampit. Kemarin tim menyambangi gudang Bulog untuk melihat kondisi stok beras Bulog setempat.
Saat memantau harga, tim Satgas Saber Pangan berbincang dengan pedagang untuk mengetahui harga, pasokan dan stok. Informasi ini penting untuk memastikan tingkat keamanan dan ketersediaan pangan di daerah ini, terlebih menghadapi bulan suci Ramadhan.
Hasil pantauan, ada komoditas yang harganya turun, ada yang stabil meski di atas harga eceran tertinggi, dan ada pula yang naik. Untuk komoditas yang harganya naik, kini menjadi perhatian Satgas Saber Pangan dan ditelusuri penyebabnya agar bisa dilakukan upaya stabilisasi.
Dia juga menyarankan pemerintah daerah untuk melakukan kajian distribusi. Dengan begitu bisa dianalisa pemicu kenaikan harga dan solusinya.
"Permasalahan utama sebenarnya distribusi. Jadi nanti mungkin akan ada intervensi di sisi itu. Sekarang sedang berproses dari pusat. Aturan dari pusat kan ada zona-zona terkait ketentuan harga itu. Jadi mungkin akan ditinjau kembali," ujar Ayu.
Baca juga: Kolaborasi Pemkab Kotim dan Kodim 1015/Sampit bangun wilayah 3T lewat TMMD ke-127
Badan Pangan Nasional mengerahkan Satgas Saber Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Satgas ini bertugas melakukan pengawasan langsung di lapangan terhadap berbagai komoditas pangan strategis guna memastikan stabilitas harga, mutu, dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Pengawasan tersebut mencakup penegakan pelaksanaan regulasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), dan Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus memastikan mutu serta keamanan pangan yang beredar di pasar.
Selain aspek harga, keamanan pangan khususnya pangan segar, menjadi perhatian utama. Satgas Saber Pangan memastikan seluruh pangan yang beredar aman untuk dikonsumsi dan terbebas dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik, seperti residu pestisida berlebih, boraks, serta zat kimia berbahaya lainnya.
Sementara itu hasil pantauan, harga bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp38 ribu. Saat ini harga bawang yang didatangkan dari Sulawesi ini dinilai stabil meski masih tinggi.
Harga ayam potong utuh Rp37 ribu per kilogram sedangkan harga ayam bersih tanpa kaki Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu harga daging sapi Rp150 ribu per kilogram, dinilai stabil meski terbilang tinggi.
Untuk harga telur, saat ini Rp64 ribu per set, naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp59 ribu per set. Pasokan telur sebagian besar masih dari Pulau Jawa, meski sudah ada peternakan lokal yang memasok sampai 100 ikat per hari.
"Kita bicara harga saat ini. Kalau menjelang bulan puasa (Ramadan) nanti kami belum tahu, apa naik atau seperti apa. Kami tergantung harga dari agen," demikian Mansur, pedagang di PPM.
Baca juga: ASN Kotim dibekali keterampilan usaha antisipasi kesulitan keuangan saat pensiun
Baca juga: HPN 2026, Bupati Kotim sebut pers berkontribusi sukseskan pembangunan daerah
Baca juga: Bupati Kotim apresiasi Solidaridad bantu dampingi petani sawit
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
