
Kemenag Kalteng luncurkan program ekoteologi pesantren di Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Yusi Abdhian, secara resmi melaunching Program Ekoteologi Pesantren di Pondok Pesantren Al-Wafa, Palangka Raya.
Kakanwil di Palangka Raya, Rabu menyampaikan bahwa Program Ekoteologi Pesantren merupakan langkah strategis untuk menguatkan peran pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
"Pesantren memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran ekologis melalui pendidikan, keteladanan, dan gerakan nyata di lingkungan pesantren maupun masyarakat," katanya.
Dia menegaskan bahwa ekoteologi bukan hanya konsep, tetapi gerakan nyata bagaimana nilai agama membimbing kita untuk menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT.
"Pesantren harus menjadi pelopor dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai tahap awal, Program Ekoteologi Pesantren dilaksanakan melalui pilot project di Pondok Pesantren Al-Wafa dan Pondok Pesantren Manba’u Darissalam Palangka Raya.
Peluncuran program tersebut dirangkai dengan pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Palangka Raya dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan Bank Indonesia, tokoh masyarakat, serta para pengasuh pondok pesantren.
Baca juga: Pemkab Kapuas bersama Kemenag bahas pinjam pakai lahan KUA Selat
Peresmian program ini ditandai dengan penyerahan plang Program Ekoteologi Pesantren kepada pimpinan pondok pesantren oleh Kakanwil Kemenag Kalteng Yusi Abdhian bersama Kepala Kemenag Kota Palangka Raya Muhidin Arifin.
Selain itu, kegiatan juga ditandai secara simbolis dengan memasukkan sampah botol plastik bekas ke dalam keranjang untuk dikelola dan dimanfaatkan, sebagai bentuk komitmen mengubah sampah menjadi berkah. Sampah plastik tersebut selanjutnya akan dijual atau diolah menjadi barang bernilai ekonomi.
Kakanwil berharap melalui Program Ekoteologi, pesantren di Palangka Raya dapat menjadi pusat edukasi lingkungan, memperkuat karakter santri yang peduli alam, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui gerakan nyata pengelolaan lingkungan berbasis pesantren.
Baca juga: Biaya haji mahal? Kemenag: Presiden terus berupaya turunkan
Baca juga: Kasus kuota haji, KPK periksa mantan ASN Kemenag dan staf asrama haji
Baca juga: Pemkab Kotim nyatakan kerukunan umat sebagai energi kemajuan bangsa
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
