Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim minta PBS bantu beras bagi warga kurang mampu

Jumat, 20 Februari 2026 19:17 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai usai meninjau Pasar Ramadhan, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor mendorong optimalisasi peran Perusahaan Besar Swasta (PBS) dalam membantu penyediaan beras bagi warga kurang mampu dan panti asuhan di wilayah setempat, khususnya dalam momentum Ramadhan.

"Mohon ini menjadi perhatian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kita kan punya banyak potensi, perusahaan besar swasta banyak di tempat kita, tinggal minta 100 kilogram per perusahaan pasti mau membantu," kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Langkah bantuan ini diambil setelah ia melihat penyaluran beras dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian bersama mitra distributor PT Brasma Bersama yang menurutnya masih tergolong sedikit.

Dari total 150 kilogram beras yang disalurkan harus dibagi kepada tiga panti asuhan, yakni Annida Qolbu, Bahagia dan Putra Borneo yang masing-masing menerima 50 kilogram.

Sementara itu, ia menilai potensi bantuan dari sektor swasta, baik perkebunan, pertambangan, hingga perbankan sangat besar, namun belum digali secara optimal.

“Potensi kita banyak, tapi kita tidak menggalinya. Saya yakin perusahaan, apalagi ini kan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, pasti ada dana taktis yang mereka siapkan untuk membantu itu,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kotim itu pun terkait OPD, agar kedepannya lebih proaktif dan bergerak sebelum pembukaan Pasar Ramadhan. Termasuk meminta OPD menghubungi atau menyurati PBS, agar menyalurkan bantuan beras setidaknya 100 kilogram per perusahaan.

Hal itu dilakukan karena dengan banyaknya PBS yang beroperasi di Bumi Habaring Hurung tersebut, ia yakin mengumpulkan beberapa ton beras bukan menjadi hal yang sulit.

"Kalau ada yang tidak mau membantu, laporkan ke saya. Karena kalau saya telepon owner-nya, jangankan 100 kilogram, satu ton pun biasanya dikasih. Tinggal kita yang proaktif," tambahnya.

Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kontribusi perusahaan sawit memperbaiki jalan desa

Ia melanjutkan, jika bantuan beras terkumpul lebih banyak maka sasarannya pun bisa lebih luas, tidak hanya panti asuhan atau pondok pesantren, tetapi juga menyasar warga kurang mampu di lingkungan, seperti janda miskin dan pekerja berpenghasilan rendah.

Menurutnya, bantuan beras sebanyak 20 hingga 25 kilogram bagi satu kepala keluarga sudah sangat membantu meringankan beban pengeluaran selama satu bulan penuh, terutama di tengah keterbatasan energi saat berpuasa.

“Bulan puasa itu tidak sama seperti bulan lainnya, waktu dan tenaga terbatas saat berpuasa. Jadi dengan adanya bantuan beras itu setidaknya mereka tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan makannya. Itulah gunanya kita berbagi di bulan penuh rahmat ini,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Dishub Kotim jakaki perpanjangan rute bus DAMRI hingga Antang Kalang

Baca juga: DPRD Kotim mendukung Pasar Ramadhan sebagai motor ekonomi UMKM

Baca juga: Pasar Ramadhan Kotim berupaya dongkrak ekonomi dan lestarikan jajanan tradisional



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026