
Dishub Kotim perkuat pengawasan arus mudik Lebaran lewat posko terpadu

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat meningkatkan pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026 dengan menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik strategis.
“Seperti halnya saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) kemarin, berkaitan dengan arus mudik Lebaran 2026 ini yang sudah terprogram bersama instansi terkait, jadi nanti kami akan membuat posko terpadu, seperti di terminal, pelabuhan dan pusat-pusat keramaian,” kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah di Sampit, Minggu.
Raihansyah menyebutkan, bahwa persiapan ini merupakan agenda rutin yang melibatkan sinergi lintas sektoral. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak kepolisian, KSOP, Pelindo, hingga otoritas bandara di wilayah setempat.
Langkah ini mencakup pengawasan menyeluruh di sektor darat, laut, hingga udara guna menjamin keamanan pemudik.
Rencananya, posko-posko tersebut akan ditempatkan di lokasi vital seperti Terminal Patih Rumbih, Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit dan kawasan Islamic Center. Pusat keramaian juga menjadi titik prioritas penjagaan tim gabungan.
“Saat ini kami masih mematangkan rencana pembentukan posko tersebut bersama instansi terkait, biasanya posko terpadu itu dimulai H-10 atau H-7 sebelum Lebaran,” imbuhnya.
Baca juga: Patroli subuh Polres Kotim selama Ramadhan untuk tingkatkan keamanan
Disamping itu, Dishub Kotim memproyeksikan adanya lonjakan penumpang yang signifikan berdasarkan data historis tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama pengawasan terletak pada momentum puncak arus mudik yang biasanya terjadi sepekan sebelum hari raya Lebaran.
Berdasarkan catatan Dishub, tren pergerakan masyarakat pada momen Lebaran jauh lebih tinggi dibandingkan hari besar lainnya. Jika pada Nataru kenaikan hanya berkisar 10 persen, maka pada momen Hari Raya Idul Fitri angka tersebut melonjak tajam.
“Berkaca dari tahun ke tahun, Lebaran tahun lalu menunjukkan kenaikan penumpang sekitar 30 hingga 60 persen, baik di pelabuhan maupun terminal,” sebutnya.
Meskipun diprediksi akan terjadi kepadatan, pemerintah daerah optimis situasi tetap terkendali. Sinergi antar instansi menjadi kunci utama dalam mengantisipasi penumpukan penumpang serta potensi gangguan keamanan di lapangan.
“Tahun ini kami prediksi kenaikannya tidak jauh dari tren itu. Dengan sinergi yang ada, kami optimis masih bisa mengantisipasi arus mudik dan balik dengan baik,” demikian Raihansyah.
Baca juga: Pelni siapkan dua kapal tambahan angkut pemudik di Pelabuhan Sampit
Baca juga: Rimbun nyatakan siap hadapi laporan secara profesional
Baca juga: Sambut arus mudik Lebaran, Wings Air terbangi Sampit mulai 10 Maret
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
