Logo Header Antaranews Kalteng

Bulog Kotim proyeksikan pembangunan gudang modern dan IPP pada 2027

Rabu, 25 Februari 2026 05:16 WIB
Image Print
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur Muhammad Azwar Fuad. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memproyeksikan pembangunan gudang modern dan Integrated Paddy Processing (IPP) atau pusat pengolahan padi terpadu baru dapat terealisasi pada 2027 mendatang.

“Dalam hal ini Bulog sifatnya masih mengusulkan, karena syaratnya itu harus Bulog sudah punya lahannya. Sekarang masih proses hibah tanah dari kepala desa ke pemda, baru kemudian pemda menghibahkan ke Bulog,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Selasa.

Fuad menjelaskan, guna memperkuat program Swasembada Pangan di 2026, pemerintah berencana menyuntikkan modal melalui Bulog untuk pembangunan 100 titik gudang dan IPP di seluruh Indonesia.

Rencana ini menjadi kesempatan Kotim untuk mengusulkan bantuan tersebut. Apalagi, daerah ini sangat membutuhkan gudang dan pabrik beras modern demi meningkatkan kapasitas dan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.

Sebagai kelanjutan dari usulan tersebut, saat ini Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur sedang fokus pada tahap pemenuhan syarat utama pembangunan, yakni ketersediaan lahan milik Bulog.

Menurutnya, proses legalitas lahan ini sangat krusial karena pembangunan fisik baru bisa dilakukan setelah aset tanah resmi menjadi milik Bulog, dengan target operasional menyusul setelahnya.

“Kalau secara target kita 2027, tapi yang penting hibah tanah terlebih dahulu. Ketika tanah itu sudah menjadi milik Bulog, baru kita bisa membangun gudang Bulog di sana,” lanjutnya.

Proyek ini nantinya akan didanai sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui skema Penanaman Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk pembangunan 100 titik gudang modern dan IPP se-Indonesia.

Meskipun anggaran tersebut berasal dari pusat, realisasi di lapangan sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menyediakan lahan.

Baca juga: Pemkab Kotim optimistis perputaran uang di Pasar Ramadhan tembus Rp3,5 miliar

Sebelumnya perwakilan Bulog Kanwil Kalimantan Tengah telah meninjau langsung lahan yang disiapkan untuk pembangunan gudang modern dan IPP tersebut.

Lokasinya berada di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit dengan luasan 2,6 hektare. Lahan tersebut milik Kepala Desa Regei Lestari yang dengan sukarela menghibahkan lahannya demi peningkatan sektor pertanian setempat.

Berdasarkan penilaian dari Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, lahan tersebut cukup memenuhi syarat untuk pembangunan gudang modern dan IPP, tinggal menyelesaikan proses hibah untuk memenuhi syarat usulan tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengurus legalitas hibah tanah tersebut. Mudah-mudahan bisa segera selesai dan usulan kami bisa disetujui, sehingga kami bisa maksimal lagi dalam penyerapan gabah dari petani,” imbuhnya.

Terkait spesifikasi ideal, Bulog Kotim berharap fasilitas tersebut nantinya mampu melakukan penggilingan padi mencapai 5 ton per jam, serta mesin pengering (dryer) yang mampu menampung sekitar 30 ton gabah per hari.

Kehadiran pabrik modern ini diharapkan menjadi solusi atas tingginya harga beras premium di Kotim, yang selama ini 99 persen didatangkan dari Jawa dan Sulawesi sehingga terbebani ongkos distribusi yang mahal.

Selama ini, Bulog baru mampu melakukan intervensi pada harga beras medium melalui program SPHP yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp60.000 hingga Rp62.000 per 5 kilogram.

Namun, untuk beras premium, pihaknya mengaku kesulitan melakukan intervensi karena stok dan pasokannya masih sulit akibat ketergantungan pada pengiriman dari luar daerah Kalimantan.

“Harapannya kalau nanti Bulog sudah mempunyai penggilingan modern sendiri bisa memproduksi beras premium sendiri, itu bisa menurunkan harga beras premium di sini karena memangkas biaya distribusi,” demikian Fuad.

Baca juga: Disdik Kotim terima penghargaan capaian opini Ombudsman

Baca juga: Pemkab Kotim telusuri penyebab kelangkaan sejumlah komoditas pangan

Baca juga: Target penyerapan gabah Bulog Kotim meningkat jadi 16 ribu ton



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026