
Pemkab Kotim matangkan strategi pengamanan mudik Lebaran

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan keamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, demi menjamin kelancaran arus mudik serta kenyamanan masyarakat di titik-titik keramaian.
“Kita mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah. Semua OPD dan lintas sektoral bertanggung jawab memberikan layanan terbaik, termasuk menjamin keselamatan warga di lokasi wisata pantai maupun kolam renang,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotim Waren di Sampit, Senin.
Hal ini ia sampaikan usai memimpin rapat koordinasi persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026, yang melibatkan baik organisasi perangkat daerah maupun instansi vertikal di antaranya Kodim 1015/Sampit, PT Pelni Cabang Sampit dan lainnya.
Waren menjelaskan koordinasi ini mencakup pengawasan ketat terhadap kondisi jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional. Langkah ini diambil guna meminimalisir kendala teknis bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pemerintah telah memastikan adanya penambahan armada transportasi laut.
“Informasi baik dari PT Pelni maupun PT Dharma Lautan Utama tadi akan ada penambahan angkutan untuk rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang. Ini juga yang kami koordinasikan agar jangan sampai ada penumpang yang terlantar,” sebutnya.
Baca juga: Dishub Kotim pasang CCTV tingkatkan pengawasan lalu lintas
Sektor pangan juga menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. Berdasarkan laporan dari Bulog, stok logistik di Kotim dinyatakan sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan, sehingga stabilitas harga diharapkan tetap terjaga.
Titik rawan kemacetan seperti kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit juga menjadi perhatian khusus tim pengamanan. Pemerintah akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah penumpukan massa dan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik berlangsung.
“Karena biasanya di sekitaran PPM itu masyarakat yang ingin berbelanja persiapan Lebaran tumpah ruah dan sering menimbulkan kemacetan, sehingga itu juga kami antisipasi agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan kemacetan di jalan,” lanjutnya.
Kesiapan transportasi udara dan darat juga terus dipantau secara berkala. Pemkab Kotim optimistis bahwa dengan koordinasi yang solid antar-instansi, pergerakan masyarakat pada H-3 hingga pasca-lebaran dapat berjalan dengan aman, tertib dan terkendali.
“Insya Allah, dengan koordiansi dan sinergisitas yang baik maka arus mudik hingga arus balik akan berlangsung dengan lancar,” pungkasnya.
Baca juga: Desak realisasi plasma, Ketua DPRD Kotim jadwalkan panggil perusahaan sawit
Terpisah, PT Pelni Cabang Sampit memastikan kesiapan armada dengan mendatangkan dua kapal bantuan, yakni KM Leuser dan KM Kelimutu. Penambahan ini dilakukan untuk memperkuat operasional KM Lawit yang selama ini melayani rute reguler dari Pelabuhan Sampit.
Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Siti Nafillah, mengungkapkan bahwa pihaknya juga memberlakukan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30 persen. Program ini berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026 guna mengurai kepadatan di puncak arus mudik.
"Kita akan kedatangan dua bantuan kapal, KM Leuser dan KM Kelimutu. Kemudian, untuk stimulus diskon 30 persen berlaku untuk keberangkatan 11 Maret sampai 5 April, dan pembeliannya sudah bisa dimulai sekarang," jelas Siti Nafillah.
Puncak arus mudik melalui jalur laut diprediksi akan terjadi pada 16 Maret 2026 dengan keberangkatan KM Lawit tujuan Semarang. Hingga saat ini, data manifest menunjukkan angka penumpang telah mencapai 1.400 orang untuk dua keberangkatan perdana di pertengahan Maret.
Pihak Pelni menegaskan komitmennya untuk tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan. Pengawasan ketat dilakukan bersama KSOP guna memastikan seluruh prosedur keselamatan perjalanan (SOP) terpenuhi dengan baik.
“Posisi penumpang saat ini sudah di angka 1.400, jadi kita menyesuaikan dengan kapasitas dan tidak ada kelebihan. Untuk KM Kelimutu masih proses docking, dijadwalkan masuk jalur pada 13 dan 18 Maret nanti,” demikian Siti Nafillah.
Baca juga: BPBD Kotim perluas pengamanan objek wisata saat libur Lebaran
Baca juga: Perluasan pertanian di pesisir Kotim terkendala status kawasan
Baca juga: DLH Kotim imbau setiap sekolah dirikan Bank Sampah
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
