Logo Header Antaranews Kalteng

10 calon penumpang kapal di Sampit jadi korban tiket palsu

Kamis, 12 Maret 2026 05:37 WIB
Image Print
Salah seorang calon penumpang kapal di Pelabuhan Sampit, Zainal menceritakan pengalaman tertipu calo tiket palsu, Rabu (12/3/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Sampit (ANTARA) - Sebanyak sepuluh orang calon pemudik di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah nyaris kehilangan kesempatan pulang kampung setelah menjadi korban penipuan tiket palsu.

“Awalnya kami ada 10 orang yang mau berangkat, tapi waktu chek-in gagal. Jadi tujuh teman kami beli tiket baru, sementara saya dan dua teman saya tidak beli tiket, makanya kami tidak bisa berangkat,” kata salah seorang calon penumpang yang nyaris gagal mudik, Zainal di Sampit, Rabu.

Zainal menceritakan, ia bersama sembilan orang lainnya baru menyadari tiket yang mereka bawa palsu saat proses validasi dokumen di terminal pelabuhan setempat.

Rombongan tersebut hendak menaiki kapal dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Saat melakukan check-in, sistem operator kapal menolak kode booking (pesanan) mereka karena tidak terverifikasi dan tidak terdaftar dalam manifest resmi.

Zainal mengaku, bahwa tiket tersebut diperoleh melalui seseorang yang mengaku bisa membantu mengurus pembelian tiket perjalanan mereka sekitar dua minggu lalu dengan harga Rp480.000 per orang.

Mereka memilih jalur tersebut karena ajakan seorang teman yang mengaku sudah pernah membeli dari oknum calo tersebut, sehingga percaya pada tawaran kemudahan pengurusan tiket tanpa harus mengantre di agen resmi.

“Kami beli lewat perantara. Uangnya kami transfer, katanya nanti dia yang mengurus tiketnya. Tapi waktu check-in ternyata gagal,” ungkap Zainal dengan nada kecewa.

Baca juga: TMMD di Kotim rampung 100 persen, Pemkab Kotim terbantu pembangunan di tiga desa

Guna menyiasati kendala tersebut, tujuh orang dalam rombongan tersebut terpaksa merogoh kocek lagi untuk membeli tiket baru secara resmi di pelabuhan. Langkah instan ini diambil agar jadwal kepulangan mereka menuju Jawa Timur tidak berantakan.

Sementara itu, Zainal bersama dua rekan lainnya sempat tertahan di pelabuhan karena kendala biaya tambahan. Mereka tidak langsung membeli tiket baru saat itu juga, sehingga keberangkatan mereka sempat terkatung-katung di area terminal penumpang.

Meski sempat terhambat, Zainal mengaku tetap berupaya mencari tiket alternatif agar tidak gagal mudik sepenuhnya. Ia mempertimbangkan untuk mengubah rute perjalanan asalkan bisa segera menyeberang ke pulau Jawa pada hari yang sama.

“Rencananya saya akan beli tiket lagi, mungkin yang tujuan Semarang supaya tetap bisa berangkat hari ini,” demikian Zainal.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan pihak otoritas pelabuhan telah memberikan edukasi dan menyarankan para korban untuk segera melapor serta membeli tiket melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan keabsahan dokumen perjalanan selama arus mudik berlangsung.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi calon pemudik lainnya agar selalu membeli tiket melalui aplikasi resmi atau agen yang terpercaya. Praktik percaloan tiket masih menjadi ancaman nyata yang dapat merugikan masyarakat secara finansial maupun waktu.

Baca juga: THR ASN Kotim dicairkan 16 Maret

Baca juga: DPRD Kotim minta pengetatan pengamanan objek wisata jelang Lebaran

Baca juga: Disdamkarmat Kotim anjurkan warga matikan aliran listrik sebelum mudik



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026