
Pemuda Katolik dorong generasi muda perkuat literasi geopolitik

Palangka Raya (ANTARA) - Organisasi Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Tengah menggelar webinar nasional bertajuk 'Dampak Geopolitik Konflik Amerika–Israel–Iran: Strategi dan Implikasi bagi Indonesia' secara daring.
Webinar ini bagian dari upaya memperkuat literasi geopolitik kepada generasi muda, kata Ketua Pemuda Katolik Komda Kalteng Dorothea Sthallhani Jasi, yang juga alumni Industri Pertahanan Universitas Pertahanan RI, melalui rilis di Palangka Raya, Rabu.
"Pemahaman terhadap dinamika geopolitik global sangat penting, agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu melihat keterkaitan antara konflik internasional dan kepentingan strategis Indonesia di bidang pertahanan, ekonomi, dan stabilitas nasional," ucapnya.
Webinar yang dilaksanakan Pemuda Katolik Komda Kalteng menghadirkan, Dave Akbarshah Fikarno Laksono selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Pertahanan RI, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma, sejumlah akademisi dan praktisi yang memberikan perspektif multidisipliner mengenai konflik global dan implikasinya bagi Indonesia.
Jasi mengatakan beberapa narasumber di antaranya Eduardo Edwin Ramda selaku Kabid Riset dan Kebijakan Publik PP Pemuda Katolik sekaligus alumni Prodi Ekonomi Pertahanan Universitas Pertahanan, Jeanne Francoise selaku Dosen President University dan alumni S3 Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan, Agus Haryanto selaku Ketua Umum Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia sekaligus dosen Universitas Jenderal Soedirman, serta RD Andreas Fernandez selaku Pastor Moderator Pemuda Katolik Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang juga alumni prodi Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan.
"Forum seperti ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mendorong lahirnya perspektif strategis yang konstruktif bagi masa depan Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia," tandas Jasi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik yang membuka ruang dialog strategis bagi generasi muda, agar lebih memahami dinamika geopolitik global.
Baca juga: Komdigi bersama Pemuda Katolik tingkatkan pemahaman AI ke pemuda di Palangka Raya
Dia mengatakan perkembangan geopolitik saat ini menunjukkan fenomena 'weaponizing everything', yaitu kondisi ketika berbagai instrumen, yang sebelumnya menjadi sarana kerja sama internasional, berubah menjadi alat tekanan geopolitik.
"Kompetisi kekuatan di era modern tidak lagi hanya berlangsung di domain militer. Persaingan juga terjadi pada sektor ekonomi, politik, teknologi, hingga pengaruh geopolitik secara luas. Karena itu, Indonesia harus mampu membaca perubahan ini secara strategis," kata Dave.
Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma, mengatakan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, komitmen terhadap perdamaian dunia harus tetap menjadi kepentingan bersama.
Untuk itu, Pemuda Katolik mengajak seluruh pihak untuk terus menempatkan perdamaian dunia sebagai prioritas bersama. Sikap rasional, solidaritas kemanusiaan.
"Terpenting lagi komitmen pada dialog dan kerja sama internasional menjadi kunci untuk menjaga stabilitas global dan masa depan perdamaian dunia," kata Gusma.
Baca juga: Kenang Tjilik Riwut, Semboyan Isen Mulang direfleksikan di Jakarta
Baca juga: Pemuda Katolik gemakan semboyan Isen Mulang ke tingkat nasional
Baca juga: Waket I DPRD Mura dorong peran pemuda Katolik dalam pembangunan daerah
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
