
Yamaha: Tips aman berkendara saat berpuasa, tetap aktif bermobilitas selama Ramadhan

Palangka Raya (ANTARA) - Aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadhan tetap berjalan dinamis saat umat Islam menjalankan ibadah puasa, seperti bekerja, bersekolah hingga menjalankan berbagai kegiatan lainnya bahkan menggunakan sepeda motor.
"Pengendara perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh serta mempersiapkan perjalanan dengan baik, agar keselamatan tetap terjaga selama berkendara di bulan Ramadhan," kata Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia Muhammad Arief dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Jumat.
Perubahan kondisi fisik saat berpuasa seperti menurunnya energi, potensi dehidrasi serta berkurangnya konsentrasi, menuntut pengendara untuk lebih berhati-hati di jalan. Terlebih pada waktu menjelang berbuka puasa ketika volume lalu lintas umumnya meningkat dan jalan menjadi lebih padat.
“Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka ketika lalu lintas lebih padat,” ujarnya.
Menurut dia, pengendara perlu mempersiapkan diri dengan baik, mengatur waktu perjalanan, serta tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara.
Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara selama Ramadan, Yamaha Riding Academy membagikan sejumlah tips yang dapat diterapkan para pengendara sepeda motor.
Baca juga: Fazzio Hybrid Special Edition Starry Night tawarkan gaya ikonik untuk anak muda
Pertama, menjaga kondisi fisik sejak sahur. Pengendara disarankan mengonsumsi makanan bergizi serta minum air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi selama menjalani aktivitas seharian. Konsumsi vitamin juga dapat membantu menjaga stamina tubuh.
Kedua, mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tidak terburu-buru di jalan. Pada sore hari menjelang berbuka puasa, kondisi lalu lintas biasanya lebih padat. Karena itu pengendara diimbau berangkat lebih awal dan tidak memaksakan diri berkendara secara tergesa-gesa.
Jika masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, pengendara juga disarankan membawa bekal makanan ringan dan air minum agar dapat berhenti sejenak untuk membatalkan puasa dengan aman.
Ketiga, menjaga emosi dan tetap fokus saat berkendara, terutama pada jam-jam padat. Pengendara dianjurkan melakukan akselerasi secara halus serta menghindari pengereman mendadak agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara yang tepat juga menjadi hal penting. Pengendara disarankan menggunakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu untuk meminimalkan risiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Pemilihan perlengkapan berkendara yang nyaman dan tidak terlalu panas juga dapat membantu menjaga energi tubuh selama berkendara saat berpuasa.
Di samping itu, pengendara juga disarankan mengenali rute perjalanan dan mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan. Jika memungkinkan, memilih jalur alternatif dapat membantu perjalanan menjadi lebih lancar.
Kondisi pengendara yang siap juga perlu didukung kendaraan yang prima. Oleh karena itu, pengecekan rutin sepeda motor sebelum digunakan sangat dianjurkan agar performa kendaraan tetap optimal dan perjalanan dapat berlangsung dengan aman.
Baca juga: Run The City by Grand Filano hadirkan pengalaman relevan dengan gaya hidup anak muda
Baca juga: Sempurnakan perjalanan menuju Hari Raya Idul Fitri bersama Yamaha
Baca juga: Yamaha perkuat dominasi pasar domestik
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
