
Pemudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit diprediksi naik 10 persen

Sampit (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memprediksi peningkatan volume penumpang sebesar 10 persen pada momentum Angkutan Laut Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Prediksi kenaikan penumpang di Pelabuhan Sampit dibanding 2025 adalah sekitar 10 persen. Kami terus bersinergi memberikan pelayanan prima sesuai arahan Menteri Perhubungan,” kata Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian di Sampit, Jumat malam.
Hal ini ia sampaikan usai membuka Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit. Kegiatan diawali dengan zoom meeting bersama Kementerian Perhubungan serta jajaran serta pembagian atribut berupa rompi bagi perwakilan instansi yang terlibat dalam posko ini.
Posko terpadu di Pelabuhan Sampit ini dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan unsur Dishub, TNI, Polri, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, hingga BMKG.
Hotman menyampaikan, sebanyak 12 jadwal keberangkatan kapal atau call disiapkan untuk melayani rute Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya, maupun sebaliknya, guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Pihaknya memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut setelah melalui tahapan uji pemeriksaan atau ramp check, baik aspek keamanan dan keselamatan yang dilakukan secara intensif sejak Februari lalu.
“Dapat kami sampaikan bahwa kapal penumpang ini dinyatakan laik laut, karena sudah mengikuti tahapan pemeriksaan dari aspek keamanan dan keselamatan oleh KSOP atau unit penyelenggara pelabuhan di manapun berada di wilayah Pelabuhan Negara Republik Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Orado Kotim jaring atlet domino terbaik wakili daerah
Ia melanjutkan, prediksi peningkatan volume penumpang pada Angkutan Laut Lebaran kali ini berdasarkan evaluasi data penjualan tiket dari PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) setempat.
Informasi dari dua operator pelayaran tersebut bahwa tiket untuk keberangkatan kapal sebelum Lebaran telah habis terjual.
Meskipun permintaan tinggi, ia mengonfirmasi bahwa tidak ada armada cadangan maupun program mudik gratis dari PT Pelni di Pelabuhan Sampit tahun ini, karena fokus program tersebut dialihkan ke wilayah Indonesia Timur.
“Tiket dari Pelni dan DLU saat ini sudah terjual semuanya. Kita sedang menunggu kebijakan dispensasi kapasitas dari kementerian agar bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” beber Hotman.
Untuk memperkuat aspek operasional, KSOP Kelas III Sampit menyiagakan enam kapal patroli, ditambah masing-masing satu unit dari Bea Cukai dan Basarnas yang siap beroperasi menjaga kelancaran lalu lintas perairan.
Dengan dilaksanakannya posko terpadu ini, ia berharap terjalin sinergisitas dan kolaborasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat agar bersatu-padu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan agar Angkutan Laut Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman.
“Mari kita bersama bersinergi, bahu-membahu dalam melayani masyarakat mulai dari pintu masuk pelabuhan, lalu terminal penumpang dan hingga naiknya kapal, baik saat proses embarkasi maupun debarkasi agar semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis merinci lima armada yang melayani arus mudik kali ini yaitu KM Leuser, KM Lawit dan KM Kelimutu dari PT Pelni, lalu KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI dari PT DLU.
Baca juga: Pemkab Kotim pastikan layanan kesehatan tetap siaga selama cuti Lebaran
“Total ada 12 call pada angkutan lebaran tahun ini. Selain itu, kami menegaskan bahwa dari Kementerian Perhubungan tidak ada penambahan armada lagi, melainkan hanya menambah kapasitas penumpang dengan melewati dispensasi sekitar 60 persen,” papar Gusti.
Dengan penambahan kapasitas ini, ia berharap bisa menjadi solusi terkait kepadatan penumpang pada arus mudik maupun arus balik. Adapun, apabila ada calon penumpang yang tidak kebagian tiket, pihaknya menyarankan agar yang bersangkutan bisa mencari pelabuhan alternatif untuk mudik.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, jumlah penumpang naik mencapai 10.551 orang dan turun 5.285 orang. Pada 2026 ini, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun, atau naik sekitar 10 persen.
Gusti menambahkan bahwa strategi khusus juga disiapkan untuk mencegah penumpukan di terminal, termasuk melakukan rekayasa keberangkatan dengan memajukan waktu check-in atau boarding lebih awal dari jadwal biasanya.
“Minggu itu ada tiga kapal yang berangkat, kapal pertama dijadwalkan berangkat pukul 10:00 WIB, jadi rencananya mulai pukul 06:00 WIB atau 07:00 kami sudah mulai boarding. Dengan rekayasa seperti itu diharapkan tidak sampai terjadi penumpukan penumpang,” imbuhnya.
Dukungan penuh juga datang dari TNI Angkatan Laut (AL). Perwakilan TNI AL Danpos Samuda Yohanes S menyatakan kesiapan untuk menjamin kelancaran arus embarkasi dan debarkasi, baik untuk penumpang maupun barang bawaan masyarakat.
“Sementara, kami mengerahkan tiga personel untuk pengamanan darat di kawasan pelabuhan, Kami juga telah berkoordinasi dengan Basarnas serta Ditpolair untuk kolaborasi sarana pengamanan di wilayah air. Semoga dengan kolaborasi ini saat embarkasi maupun debarkasi berjalan lancar dan tidak terjadi sesuatu apapun yang tidak diinginkan,” demikian Yohanes.
Baca juga: DPKP Kotim gelar GPM demi jaga stabilitas harga jelang Idul Fitri
Baca juga: Sebanyak 538 Prajurit Yonif TP 923 perkuat pembangunan di Kotawaringin Timur
Baca juga: Forcasi Kotim tuntut keadilan atas insiden pemukulan Camat MHU
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
