
Puncak arus mudik Pelabuhan Sampit, 2.683 orang berangkat ke Pulau Jawa

Sampit (ANTARA) - Gelombang arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencapai puncaknya dengan keberangkatan 2.683 penumpang menuju Pulau Jawa.
Hari ini bisa dianggap puncak arus mudik karena ada tiga kapal yang diberangkatkan sekaligus, kata Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian di Sampit, Minggu.
"Kalau selanjutnya, jadwal kapal menurun menjadi satu dan dua kapal saja," tambahnya.
Hotman menjelaskan, hari ini merupakan yang tertinggi aktivitas pemberangkatan selama 18 hari masa posko angkutan laut, yakni 13-30 Maret 2026. Hal ini dipicu oleh jadwal keberangkatan tiga kapal dalam satu hari.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tiga kapal, yakni KM Leuser tujuan Semarang mengangkut 1.392 orang, disusul KM Kirana III tujuan Surabaya dengan 768 penumpang dan KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang sebanyak 523 orang.
Untuk menghindari penumpukan penumpang di area terminal, proses embarkasi atau masuknya penumpang ke kapal dilakukan lebih awal. Dari yang biasanya dua jam sebelum keberangkatan, kali ini dimulai dari pukul 07:00 WIB pagi dengan keberangkatan pertama pada pukul 11:00 WIB, sehingga penumpang pun tidak perlu terburu-buru untuk embarkasi.
KSOP juga mengungkapkan adanya langkah antisipasi bagi pemudik yang sempat tidak mendapatkan tiket. Pihaknya berkoordinasi dengan operator pelayaran untuk menyiapkan tiket cadangan guna mengakomodir warga yang sangat mendesak untuk mudik.
"Tadi malam saya telepon kepala cabang operator karena ada saudara kita yang tidak dapat tiket. Kita siapkan 10 cadangan dan ada sembilan orang yang akhirnya bisa berangkat ke Surabaya untuk lanjut ke Nusa Tenggara Barat," tambah Hotman.
Hotman menjelaskan bahwa rata-rata perjalanan menuju Semarang memakan waktu sekitar 28 jam. Contohnya, keberangkatan KM Leuser pukul 11.00 WIB hari ini diprediksi akan tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang pada esok hari pukul 13.00 WIB.
Disamping itu, pihaknya memperkirakan kenaikan jumlah penumpang sebesar 10 persen dibanding tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan transportasi laut secara nasional yang berada di angka 6,7 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Hotman Siagian secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Kotim dan Dandim 1015/Sampit serta jajaran yang memantau aktivitas di Pelabuhan hari itu. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran arus mudik tahun ini.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapolres serta Dandim. Sejak kemarin kita terus berkoordinasi dan berkomunikasi intens demi memastikan kenyamanan saudara-saudara kita yang mudik," ucapnya.
Baca juga: Enam sopir travel di Kotim terindikasi positif narkoba
Dia menambahkan, dukungan penuh dari aparat keamanan sangat membantu pihak otoritas pelabuhan dalam mengatur lonjakan penumpang. Sinergi ini mencakup pengamanan area hingga penanganan teknis bagi pemudik yang kesulitan tiket.
"Terima kasih atas luar biasa dukungan penuh kepada kegiatan angkutan lebaran 2026 ini, termasuk juga untuk rekan-rekan dari BKK, Pelindo, dan instansi terkait lainnya yang terus bersiaga di lapangan," pungkas Hotman.
Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain memantau langsung kondisi di lapangan, ia juga mengecek satu per satu situasi di dalam kapal sebelum berangkat.
Ia memastikan seluruh proses embarkasi penumpang berjalan tertib dan aman meski terjadi lonjakan massa yang signifikan.
"Kami melakukan peninjauan untuk memastikan kegiatan mudik berjalan tertib. Apalagi hari ini terhitung ada tiga kapal dengan rata-rata penumpang di atas 700 orang per kapal," sebut Resky.
Baca juga: Pelindo fokus kelancaran arus pemudik di Pelabuhan Sampit
Ia melanjutkan, Polres Kotim akan senantiasa bersinergi dengan KSOP dan operator kapal untuk memastikan seluruh proses masuknya penumpang ke dalam kapal berjalan tertib. Sebab, ini merupakan bagian dari program kepolisian berkaitan dengan Kalender Kamtibmas, yaitu Mudik Lebaran.
"Kita pantau dari tadi bahwa kegiatan masyarakat tadi malam di sekitar pelabuhan terpantau aman terkendali dan hari ini masyarakat masuk ke kapal dengan teratur," tambahnya.
Untuk menjamin keamanan, Polres Kotim menurunkan total 250 personel dalam operasi pengamanan secara menyeluruh. Khusus di area pelabuhan, dilakukan penebalan personel karena adanya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat yang signifikan.
"Untuk khusus di pelabuhan, kami tadi malam melakukan penebalan karena ada peningkatan intensitas. Dari yang tadinya 20 personel di pos pengamanan, kami tingkatkan menjadi 25 personel khusus di area pelabuhan," demikian Resky.
Baca juga: Wamenhub pastikan usut dugaan pungli Mudik Gratis di Sultra
Baca juga: Pelni perkirakan lonjakan puncak arus mudik 18 Maret 2026
Baca juga: Pastikan kelancaran arus mudik, Gubernur Kalteng pantau Bandara Tjilik Riwut
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
