
Siapkan 10 kapal, arus mudik 2026 di Kobar diperkirakan naik 5 persen,

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, memperkirakan jumlah pemudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, mengalami kenaikan 5 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah pemudik Idul Fitri tahun ini pun diperkirakan mencapai 30 ribu yang akan keluar melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai, kata Kepala KSOP Kelas IV Kumai Nuriman Setia di Pangkalan Bun, Senin.
"Para penumpang itu akan menuju Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya," ucapnya.
Melihat kemungkinan terjadinya peningkatan tersebut, pihak KSOP Kelas IV Kumai telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan armada kapal pengangkut pada pemudik tersebut. Di mana telah tersedia 10 kapal yang terdiri dari lima disediakan PT Pelni, empat kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan satu dari ASDP yang nantinya menuju pelabuhan Kendal.
"Yang menjadi tujuan terbanyak pada arus mudik tahun ini yaitu Pelabuhan Tanjung Emas Semarang," kata Nuriman.
Walaupun penumpang kapal mengalami peningkatan, KSOP Kumai akan memastikan seluruh kegiatan keberangkatan dan kedatangan berjalan aman dan lancar.
Nuriman mengatakan, banyaknya penumpang yang kembali ke kampung halaman terpantau sejak tanggal 13 Maret 2026, dan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan terus terjadi hingga puncak arus mudik.
"Melihat kapasitas kapal setelah mendapatkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia 30 ribu penumpang bisa terangkut," ungkapnya.
"Kami akat terus melakukan antisipasi dalam potensi penumpukan penumpang dan praktik penipuan tiket oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas dia.
Baca juga: Lonjakan penumpang terjadi di Bandara Iskandar Pangkalan Bun
Hal tersebut disampaikannya, karena masih saja di temukan modus penipuan oleh oknum travel yang menawarkan keberangkatan tanpa memastikan ketersediaan tiket.
Untuk menindaklanjuti hal itu, pihaknya melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan operator telekomunikasi dan per bankkan guna memudahkan masyarakat, terutama pekerja perkebunan, dalam mengakses pembelian tiket secara daring.
"Kami juga berkoordinasi dengan operator seperti Telkomsel, agar akses internet lebih mudah, sehingga para pekerja kebun juga bisa membeli tiket secara online," demikian Nuriman.
Baca juga: Kapolda Kalteng tegaskan komitmen penuh amankan perayaan Idul Fitri
Baca juga: Bupati Kobar tinjau sekolah dan SPPG demi memastikan program MBG berjalan lancar
Baca juga: Bupati Kobar turun ke pasar pantau ketersediaan bahan pokok jelang Lebaran
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
