Logo Header Antaranews Kalteng

Gubernur Kalteng salurkan bantuan pangan Presiden dan KHBS di Kotim

Selasa, 17 Maret 2026 05:52 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran salurkan berbagai program bantuan untuk masyarakat Kotim, Senin (16/3/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) Presiden RI periode Februari-Maret 2026 dan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai komitmen nyata pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga.

“Hari ini kami menyalurkan bantuan pangan dari Presiden, yang mana di Kalimantan Tengah ada total ada 205.140 keluarga penerima manfaat, selain itu kami menambah 15.000 lagi untuk sasaran yang tidak terduga,” kata Agustiar di Sampit, Senin.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan penyerahan Bantuan Pangan Presiden, Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan Cek Kesehatan Gratis yang dipusatkan di Museum Kayu, Sampit.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin, anggota Komisi V DPR RI Muhammad Syauqie.

Sementara sebagai tuan rumah, hadir Bupati Kotim Halikinnor, Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kotim.

Agustiar menyebut, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah karena besarnya volume bantuan yang diberikan untuk masyarakat di Bumi Tambun Bungai melebihi dari yang sebelumnya dan hal ini patut untuk disyukuri oleh masyarakat.

Selain pangan, disediakan pula layanan cek kesehatan gratis sesuai instruksi Presiden agar masyarakat tetap sehat dan berpikiran positif.

Meski anggaran Kalteng dipotong hampir Rp5 triliun oleh pemerintah pusat, Agustiar memastikan program kesejahteraan seperti KHBS dan bantuan pendidikan tetap berjalan.

"Anggaran Kalteng dipotong hampir 5 triliun namun program kesejahteraan tetap kita upayakan jalan, termasuk penyaluran KHBS. Lalu, ada pasar murah yang disubsidi sehingga masyarakat cukup menebus Rp10.000, tapi untuk hari ini saya gratiskan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa data pemberian bantuan mengacu pada regulasi dan diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, baik bantuan pangan Presiden maupun KHBS mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Agustiar menjelaskan, DTSEN merupakan data langsung dari pemerintah pusat, bukan data pribadi atau semacamnya. Kendati begitu, dalam penyaluran KHBS pihaknya akan tetap melakukan verifikasi ulang.

Hal itu demi memastikan program bantuan yang terintegrasi dengan kesehatan, pendidikan, bantuan tunai, bantuan pangan dan lainnya ini benar-benar tepat sasaran.

Ia meminta warga melaporkan jika ada penerima yang tergolong mampu, misal memiliki mobil atau banyak perhiasan emas, agar kartunya divalidasi ulang dan dialihkan kepada yang berhak.

Sebaliknya, bagi warga yang tidak mampu dan merasa berhak mendapat bantuan tersebut juga bisa mengadu, kemudian petugas terkait akan melakukan verifikasi lapangan dan jika memang sesuai maka warga tersebut bisa menerima KHBS.

“Kalau ada yang berhak menerima tapi belum terdata maka kami tunggu, karena itu kami sediakan layanan pengaduannya lewat website kami https://aduankhbs.kalteng.go.id/ ,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalteng Leonard S. Ampung menyampaikan, khusus bantuan pangan Presiden untuk Kotim berjumlah 37.754 paket, setiap paket berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Sementara untuk penerima KHBS, sebanyak 28.462 KK yang pada kesempatan itu menerima bantuan tunai sebesar Rp250.000.

“Kemudian ada pasar murah, yang mana hari ini kami menyediakan 2.000 paket yang jika dikonversikan kurang lebih Rp147.000, lalu disubsidi sebesar Rp137.000 sehingga masyarakat cukup membayar Rp10.000 saja. Namun khusus hari ini, Gubernur memberikan kebijakan untuk menggratiskan paket tersebut,” papar Leonard.

Disamping itu, pemerintah juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menggandeng sejumlah instansi terkait, seperti Bulog, Id Food, BUMD pangan, distributor pangan, petani, peternak dan pelaku usaha lainnya.

Komoditas yang disiapkan untuk GPM ini ada 15 ton beras premium, masing-masing 500 kg bawang merah dan putih, serta 1.200 liter minyak goreng. Tersedia juga 1.200 kg gula pasir, 600 trai telur, aneka sayuran, hingga ikan segar dengan harga subsidi.

Berbagai program bantuan ini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang biasanya diwarnai dengan kenaikan harga pangan. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Selain itu, kami berharap ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat agar bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau, memperkuat daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah agar dapat memenuhi kebutuhan pokok, serta mengurangi laju inflasi di wilayah Kalteng,” tandasnya.

Sebagai tuan rumah, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur dan jajaran Forkopimda Kalteng yang terjun langsung berbagi berkah meski harus berpanas-panasan.

Menurutnya, bantuan ini sangat krusial dalam membantu masyarakat Kotim, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

“Dalam kegiatan pasar murah ini banyak sekali bahan pangan dijual dengan subsidi yang sangat banyak. Masyarakat hanya menebus Rp10.000 sudah mendapatkan bahan pangan lengkap, bahkan hari ini digratiskan oleh Gubernur. Hal ini sangat membantu kami menekan inflasi di Kotim,” demikian Halikinnor.

Kunjungan kerja Gubernur Kalteng serta rombongan FKPD provinsi ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama masyarakat Kotim yang dilaksanakan di Masjid Wahyu Al-Hadi kawasan Islamic Center Sampit.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan warga.



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026