Logo Header Antaranews Kalteng

Dosen UMPR perkuat diplomasi pendidikan di Malaysia lewat kearifan lokal

Selasa, 17 Maret 2026 12:46 WIB
Image Print
Dosen UMPR perkuat diplomasi pendidikan di Malaysia lewat kearifan lokal di Kuala Lumpur. (ANTARA/UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Tim pengabdian masyarakat dari dosen Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia dan Malaysia lewat pengenalan kearifan lokal melalui kegiatan pembelajaran multikultural di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur.

Ketua tim pengabdian masyarakat UMPR, Nurun Ni'mah di Palangka Raya, Selasa menjelaskan bahwa sekolah Indonesia di luar negeri memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya generasi muda Indonesia sekaligus menjadi sarana diplomasi pendidikan.

“Melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal ini, siswa tidak hanya mempelajari budaya secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung nilai-nilai budaya Indonesia melalui aktivitas belajar yang interaktif,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran.

"Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa di Sanggar Belajar Kampung Baru, Kuala Lumpur. Sanggar Belajar Kampung Baru merupakan Sanggar Belajar yang menjadi bagian dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur," katanya.

Program ini mengangkat kekayaan budaya Kalimantan Tengah sebagai sumber pembelajaran. Nilai-nilai budaya seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, serta permainan tradisional Balogo diperkenalkan kepada siswa melalui berbagai metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi digital.

Dosen UMPR perkuat diplomasi pendidikan di Malaysia lewat kearifan lokal di Kuala Lumpur. (ANTARA/UMPR)

Menurut dia, di tengah arus globalisasi, generasi muda yang tinggal di luar negeri seringkali lebih akrab dengan budaya global dibandingkan budaya daerah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian mengembangkan berbagai media pembelajaran inovatif seperti Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif budaya yang menampilkan kehidupan masyarakat dan nilai budaya Kalimantan Tengah.

"Teknologi tersebut memungkinkan siswa merasakan pengalaman belajar, misalnya dengan menjelajahi rumah betang secara virtual atau memahami filosofi gotong royong dalam tradisi lokal," katanya.

Program ini juga melibatkan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran multikultural di kelas. Dengan demikian, materi budaya tidak hanya menjadi materi tambahan, tetapi dapat terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran.

Menurut Ni'mah, keberhasilan ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dengan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda yang hidup di lingkungan internasional.

Selain meningkatkan pemahaman budaya, kegiatan ini juga memperkuat peran Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur sebagai pusat diplomasi pendidikan Indonesia di Malaysia. Melalui kegiatan pembelajaran budaya, siswa tidak hanya belajar tentang identitas bangsa, tetapi juga berperan sebagai duta budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Program ini didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta melibatkan dosen dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin," katanya.

Ke depan, pihaknya berharap model pembelajaran berbasis kearifan lokal ini dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai sekolah Indonesia di luar negeri maupun di sekolah yang memiliki lingkungan multikultural.

"Integrasi budaya dalam pendidikan tidak hanya penting untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di tingkat global,” kata Nurun Ni’mah.



Pewarta :
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026