
Kebakaran lahan dua lokasi di Sampit diduga disengaja

Sampit (ANTARA) - Ketika sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, namun ada saja warga yang diduga sengaja membakar lahan di Sampit sehingga menimbulkan dampak bagi orang lain.
"Penyebabnya kami belum dapatkan, tetapi kalau melihat tanda-tanda alamnya atau tanda-tanda di lokasi, ini sengaja dibakar karena bentuknya terlihat seperti sekat-sekat yang ingin dipergunakan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Rabu.
Kebakaran lahan pada Rabu siang terjadi di Jalan MT Haryono Barat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kebakaran terjadi di dua titik berbeda pada waktu bersamaan.
Pemadaman dilakukan bersama oleh personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur serta sukarelawan. Petugas harus bekerja ekstra karena lahan yang terbakar merupakan tanah gambut.
Pemadaman kebakaran gambut harus dilakukan berulang-ulang karena biasanya api membakar hingga ke dalam tanah, meski api di permukaan sudah terlihat padam. Api harus disiram hingga gambut benar-benar basah sehingga api di dalam tanah juga benar-benar padam.
"Alhamdulillah sudah bisa dipadamkan. Estimasi luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare," timpalnya.
Baca juga: Disdik Kotim instruksikan sekolah perketat pengamanan selama libur panjang
Multazam mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan. Dia mengingatkan bahwa aparat penegak hukum pun sudah menegaskan bahwa ada sanksi yang akan diberikan kepada pelaku atau oknum masyarakat yang membakar lahan.
Dia mewanti-wanti bahwa lokasi kebakaran hari ini termasuk rawan kebakaran lahan. Seperti pada 2023 lalu, petugas harus bekerja keras memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan itu karena api membakar hingga ke dalam tanah.
"Kita berharap ini jangan sampai terjadi kembali. Kita tidak ingin kedua kali atau bahkan ini kejadian berulang setiap tahun. Kita tidak ingin kebakaran ini terjadi lagi," tegas Multazam.
Sementara itu, meski saat ini sudah memasuki libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, BPBD Kotawaringin Timur tetap siaga. Tim yang dibentuk disiagakan secara bergantian siang dan malam.
Selain memantau situasi di tempat-tempat wisata, tim BPBD juga disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, maupun jenis bencana lainnya.
Baca juga: Harga tinggi tak surutkan minat warga Kotim membeli emas jelang Lebaran.
Baca juga: DP3AP2KB Kotim berikan layanan KB gratis bagi pemudik
Baca juga: Harga rotan di Kotim anjlok imbas perang Timur Tengah
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
