Logo Header Antaranews Kalteng

BPBD Kotim tingkatkan pengawasan wisata danau buatan saat libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 21:56 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam ditemui usai memadamkan kebakaran lahan di Jalan MT Haryono Barat, Rabu (18/3/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akan mengawasi ketat objek wisata danau buatan di Jalan Jenderal Sudirman Sampit saat musim libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah ini sebagai antisipasi dini terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Selain lokasi wisata Pantai Ujung Pandaran, kami juga bersiap-siap untuk lokasi wisata-wisata yang berada dalam kota, khususnya wisata air," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Rabu.

Saat musim libur Lebaran, objek wisata di Kotawaringin Timur biasanya ramai pengunjung. Objek wisata andalannya adalah Pantai Ujung Pandaran yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur.

Selain itu terdapat objek wisata di dalam Kota Sampit, seperti Ikon Jelawat serta danau buatan. Danau buatan merupakan bekas galian C atau tambang pasir atau tanah yang kemudian dijadikan tempat wisata oleh pemilik lahan.

Selama ini objek wisata yang menjadi prioritas pengamanan adalah Pantai Ujung Pandaran, namun kali ini objek wisata danau buatan juga mendapat perhatian serius. Penyebabnya, objek wisata tersebut sudah pernah menelan korban jiwa.

"Saat awal tahun 2026 atau tahun baru, ada satu korban anak usia 12 tahun yang tenggelam. Kemudian pada awal bulan puasa satu lagi, seorang pelajar meninggal tenggelam di danau. Jadi sudah dua kali kejadian," ujar Multazam.

Baca juga: Kebakaran lahan dua lokasi di Sampit diduga disengaja

Masalah ini juga menjadi perhatian bersama saat rapat koordinasi bersama Operasi Ketupat Telabang 2026. BPBD juga berharap bisa berkolaborasi dengan sukarelawan dan kawan-kawan yang bergerak dan peduli di bidang kebencanaan untuk sama-sama menjaga di masa-masa kritis di saat-saat libur Lebaran.

BPBD Kotawaringin Timur mengerahkan 12 personel untuk memantau objek wisata. Selain itu, juga ada tim yang siaga 24 jam di kantor BPBD yang selalu siap diturunkan ketika terjadi bencana maupun situasi darurat.

Koordinasi intensif akan dilakukan dengan aparat keamanan. Tujuannya jika terjadi lonjakan pengunjung maka bisa dilakukan langkah cepat bersama untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

BPBD juga mengimbau kepada seluruh pengelola objek wisata untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan, terlebih yang lokasinya tergolong rawan, salah satunya danau buatan. Pengelola disarankan menempatkan petugas khusus untuk mengawasi sehingga bisa segera bertindak jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Bagaimanapun, kejadian-kejadian tersebut karena kelalaian. Untuk itu kita berharap pengelola tempat-tempat wisata untuk lebih berhati-hati dan menambah personel untuk mengawasi," demikian Multazam.

Baca juga: Disdik Kotim instruksikan sekolah perketat pengamanan selama libur panjang

Baca juga: Harga tinggi tak surutkan minat warga Kotim membeli emas jelang Lebaran

Baca juga: DP3AP2KB Kotim berikan layanan KB gratis bagi pemudik



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026