Logo Header Antaranews Kalteng

Masyarakat Kotim diimbau membeli BBM sesuai keperluan

Jumat, 20 Maret 2026 14:25 WIB
Image Print
Wakil Bupati Irawati saat menerima kunjungan Kepala Depo Pertamina Sampit, Maulana Malik yang datang berkunjung ke kantornya  Selasa (17/3/2026) lalu. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat setempat untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sesuai keperluan agar ketersediaan BBM di daerah ini terpenuhi dengan lancar.

"Sesuai pesan Pertamina kepada masyarakat melalui kami, masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena distribusi berjalan lancar," kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati di Sampit, Jumat.

Irawati mengutip penegasan Pertamina bahwa distribusi BBM di Kotawaringin Timur berjalan lancar. Informasi itu didapatnya dari Kepala Depo Pertamina Sampit, Maulana Malik yang datang berkunjung ke kantornya pada Selasa (17/3) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Maulana Malik menyampaikan bahwa ketersediaan BBM subsidi maupun non-subsidi serta gas elpiji dalam kondisi aman dan tercukupi untuk kabupaten Kotawaringin Timur, baik pada masa tugas Satgas Ramadhan dan Idul Fitri Pertamina, maupun di luar masa tersebut.

Penegasan itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa pasokan dan stok BBM untuk distribusi di daerah ini terjaga dengan baik. Untuk itu masyarakat diminta tidak khawatir.

Baca juga: Ribuan warga Muhammadiyah di Sampit laksanakan Shalat Idul Fitri

Pertamina juga memperhitungkan dan mengantisipasi peningkatan BBM seiring dengan banyaknya warga yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Dengan stok yang ada, Pertamina tetap memastikan ketersediaan BBM masih aman.

Pertamina mengimbau agar masyarakat tidak membeli BBM berlebihan karena tindakan itu justru bisa memicu kepanikan. Pertamina kembali menegaskan bahwa distribusi BBM di Kotawaringin Timur berjalan lancar.

"Untuk harga, BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan dan tetap sesuai ketentuan pemerintah, sementara BBM non-subsidi menyesuaikan dengan harga pasar," demikian Irawati mengutip pernyataan pihak Pertamina.

Sementara itu, antrean kendaraan di SPBU di Sampit beberapa hari terakhir terlihat lebih panjang dari biasanya. Hal ini diperkirakan karena banyak warga yang mengisi BBM kendaraan mereka untuk persiapan mudik maupun kegiatan lainnya. Meski terjadi antrean, namun pelayanan pengisian BBM tetap berjalan lancar.

Baca juga: Pergerakan penumpang arus mudik di Bandara Haji Asan Sampit meningkat 18,5 persen

Baca juga: 6.678 penumpang bertolak dari Pelabuhan Sampit selama arus mudik Lebaran

Baca juga: BMKG Kotim prakiraan malam takbiran diguyur hujan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026