
BMKG ingatkan potensi gelombang tinggi di wilayah pesisir Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Ptiri mengingatkan nelayan dan masyarakat serta pihak pelaku pelayaran di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan provinsi ini mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 meter.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah selama tiga hari mendatang," katanya di Palangka Raya, Rabu.
Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
Pihaknya pun meminta warga pesisir juga waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang serta menambah tinggi gelombang air laut.
Ika menambahkan, daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Namun kelembapan udara tidak cukup basah di beberapa wilayah, sehingga menurunkan potensi hujan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah.
"Selain itu, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang bersifat lokal di Kalteng," katanya.
Dia menambahkan, umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Tenggara menuju Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 km/jam.
Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kalteng di sembilan kabupaten dan satu kota, selama tiga hari ke depan juga diperkirakan tidak ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Wilayah itu adalah Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Barito Utara, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Ika menambahkan, jika melihat fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
