Logo Header Antaranews Kalteng

Produksi sampah di Kapuas selama Lebaran turun 3,81 persen

Rabu, 25 Maret 2026 17:31 WIB
Image Print
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan. ANTARA/All Ikhwan

Kuala Kapuas (ANTARA) - Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, timbulan sampah pada periode pra Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah hingga pasca Lebaran mengalami penurunan sebesar 3,81 persen.

“Rata-rata timbulan sampah pada periode pra lebaran sebesar 24,83 ton/hari, sedangkan pada periode pasca lebaran sebesar 23,88 ton/hari. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan sebesar 3,81 persen,” kata Kepala DLHK Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan, di Kuala Kapuas, Rabu.

Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya setelah perayaan hari besar keagamaan yang biasanya identik dengan peningkatan konsumsi.

Pada umumnya, momen Lebaran menyebabkan lonjakan sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, kemasan plastik, dan limbah sekali pakai. Namun, data tersebut mengindikasikan adanya kesadaran yang mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk mengurangi produksi sampah.

Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap penurunan ini adalah meningkatnya edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun komunitas lingkungan.

Kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari sumbernya, serta pemanfaatan kembali barang bekas mulai menunjukkan dampak positif.

Baca juga: DPRD Kapuas apresiasi antusiasme warga dalam Pawai Gema Takbir Idul Fitri

Selain itu, sebagian masyarakat juga mulai menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri saat berbelanja atau mengurangi pemborosan makanan saat perayaan.

Di sisi lain, peran aktif petugas kebersihan dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir juga turut membantu menekan jumlah timbulan sampah.

Optimalisasi pengangkutan sampah dan peningkatan fasilitas pengelolaan menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Meskipun penurunan sebesar 3,81 persen terlihat relatif kecil, hal ini tetap menjadi indikator positif yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ke depan, diharapkan upaya pengurangan sampah dapat terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya pada momen tertentu seperti Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara berkelanjutan di Kabupaten Kapuas.

Tonun menambahkan, berdasarkan data per hari sampah yang diangkut petugas dari tempat pembuangan sampah (TPS) di sejumlah titik di daerah setempat ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Hadel Palinget, berkisar 17 hingga 20 ton per hari.

“Dari awal bulan Maret hingga hari ini, total sampah yang diangkut di beberapa TPS ke TPA ada sebanyak 533 ton,” demikian Tonun.

Baca juga: 140 mobil hias semarakkan Pawai Gema Takbir di Kapuas

Baca juga: Pawai Ogoh-Ogoh Kapuas jadi panggung harmoni lintas agama

Baca juga: Pemkab Kapuas perkuat koordinasi tangani sengketa lahan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026