Logo Header Antaranews Kalteng

Kunjungan di Disdukcapil Kotim naik dua kali lipat usai libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 20:05 WIB
Image Print
Suasana kantor Disdukcapi Kotim pada hari pertama bekerja setelah libur Lebaran, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencatat lonjakan pemohon administrasi kependudukan (adminduk) hingga dua kali lipat dari kondisi normal, usai libur panjang Lebaran.

“Untuk pelayanan adminduk pada hari ini memang cukup banyak, mungkin karena ada rentang libur saat momentum Idul Fitri selama kurang lebih empat hingga lima hari, sehingga pada hari pertama kerja ini masyarakat yang meminta layanan adminduk meningkat,” kata Kepala Disdukcapil Kotim Wiyono di Sampit, Rabu.

Wiyono menyebutkan, jumlah pemohon layanan adminduk atau kunjungan ke Disdukcapil normalnya berkisar 150 hingga 250 orang per hari. Namun, pada hari pertama buka setelah libur Lebaran ini jumlahnya melonjak sekitar 500 orang.

Jumlah tersebut mencakup berbagai layanan, mulai dari perekaman hingga pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), pindah domisili, Akta Kelahiran, Akta Kematian hingga status perkawinan

Menurutnya, lonjakan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, dipicu oleh masa libur Idul Fitri sehingga warga yang ingin mendapatkan layanan adminduk harus menunggu dan akhirnya menumpuk pada hari pertama operasional.

Selanjutnya, adanya antrean pencetakan KTP elektronik juga menjadi salah satu alasan membludaknya kunjungan ke Disdukcapil kali ini. Pasalnya, lebih dari 300 dari sekitar 500 kunjungan tersebut yang berkaitan dengan pencetakan KTP elektronik.

Hal ini disebabkan sempat terjadi kekosongan blanko KTP elektronik selama hampir dua bulan, sehingga jumlah antrean dari warga yang telah melakukan perekaman KTP elektronik menumpuk. Tak tanggung-tanggung antreannya mencapai 6.000 orang.

Blanko tersebut baru tiba sepekan sebelum Lebaran Idul Fitri, sebanyak 10.000 lembar. Sebagian warga yang berada di daftar antrean telah melakukan pencetakan KTP elektronik sebelum Lebaran dan sisanya menyusul setelah Lebaran.

Baca juga: RSUD dr Murjani Sampit jadikan kritik sebagai bahan evaluasi pelayanan

Selain antrean, pemohon cetak KTP elektronik saat ini didominasi oleh pendaftar seleksi TNI dan Polri yang membutuhkan dokumen fisik sebagai syarat administrasi.

“Banyak juga anak-anak yang mau ikut Akmil dan Akpol yang cetak KTP. Minggu ini mereka sudah harus menyelesaikan persyaratan,” bebernya.

Kondisi ini tak terhindarkan membuat petugas yang memberikan layanan cukup kewalahan. Di tambah lagi, sekitar 60 persen dari 70 pegawai Disdukcapil masih menjalankan tugas secara Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja.

Kendati begitu, Wiyono memastikan pelayanan tetap optimal dan setiap warga yang datang ke Disdukcapil dapat terlayani dengan baik. Dari 40 persen pegawai yang bekerja di kantor, ia memastikan pelayanan di loket tidak kurang dari biasanya.

Untuk memecah antrean di Disdukcapil sebagian warga juga diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas di Mal Pelayanan Publik (MPP) Habaring Hurung, meskipun verifikasi data tertentu tetap harus dilakukan di kantor pusat.

“Alhamdulillah karena kita sudah menggunakan sistem dan alur pelayanan yang telah diperbaiki, masyarakat yang datang hari ini bisa terlayani semua," ujar Wiyono.

Ia menambahkan, lonjakan pemohon adminduk seperti ini biasanya bertahan tiga hingga empat hari saja, setelah itu situasi akan kembali normal.

Dengan ketersediaan blanko KTP saat ini, ia optimis pelayanan adminduk bisa berjalan lancar. Pihaknya juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan pasokan blanko tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan lagi.

“Saat ini, stok blanko KTP tersisa 6.958 lembar, setelah antrean selesai dan situasi kembali normal diperkirakan stok tersebut bisa bertahan sekitar sebulan. Tapi sebelum itu habis kami akan segera koordinasi ke pusat maupun provinsi agar blanko KTP Kotim bisa terus tersedia,” demikian Wiyono.

Baca juga: BPBD Kotim berjibaku padamkan dua kebakaran lahan di Sampit

Baca juga: Setoran pajak Rp1,4 miliar masuk kas daerah Kotim usai libur Lebaran

Baca juga: Wabup Kotim sidak pelayanan publik pascalibur Lebaran



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026