Logo Header Antaranews Kalteng

Seni porselen klasik hidup kembali melalui karya patung Buddha tanpa kata

Kamis, 26 Maret 2026 12:25 WIB
Image Print
Ilustrasi- Diorama patung Buddha di salah saru pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/5/2015). Patung Buddha setinggi 12 meter yang terbuat dari stryrofoam tersebut dipamerkan untuk memperingati hari raya Waisak. (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)

Nanchang (ANTARA) - Sebuah patung porselen arhat, yang disimpan di Museum Keramik China Jingdezhen, menjadi terkenal di internet setelah warganet menjulukinya "Buddha Tanpa Kata" karena ekspresinya yang sangat menawan.

Karya seni ini dibuat lebih dari 80 tahun yang lalu oleh Zeng Longsheng, seorang ahli seni porselen China yang telah membangun reputasi keluarga yang telah lama dikenal dalam bidang patung porselen.

Zeng Rui (36) merupakan pewaris generasi keempat dari warisan keluarga tersebut.

Pada 2011, dia kembali ke kampung halamannya untuk mempelajari seni keramik di bawah bimbingan sang ayah, menguasai berbagai teknik pemahatan.

Setelah patung "Buddha Tanpa Kata" viral pada 2023, Zeng kemudian mendirikan sebuah studio untuk menciptakan kembali karya aslinya serta mengembangkan produk-produk budaya dan kreatif yang terinspirasi dari karya tersebut.

Bagi Zeng Rui, tradisi adalah fondasinya. Dengan melestarikan tema dan teknik klasik sembari menginterpretasikan ulang bagi audiens kontemporer, seni yang tradisional ini dapat dihidupkan kembali.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026