Logo Header Antaranews Kalteng

Kebakaran kapal tangki di Sungai Mentaya picu kepanikan warga

Sabtu, 28 Maret 2026 20:36 WIB
Image Print
Kondisi kapal tangki yang terbakar di area docking milik PT NDS, Sabtu (28/3/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Kebakaran sebuah kapal tangki saat sedang berada di area perbaikan (docking) milik PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS) di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memicu kepanikan warga.

Peristiwa ini memicu kepanikan warga setempat lantaran asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi kejadian.

Lurah Tanah Mas, Ridowan mengonfirmasi insiden yang terjadi di wilayahnya tersebut. Meski begitu, dia mengaku masih mengumpulkan data lapangan terkait kronologi maupun pemicu kebakaran yang melanda kapal besar itu.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain. Yang jelas kebakaran melanda kapal tangki minyak milik perusahaan,” kata Ridowan saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu.

Insiden tersebut terjadi menjelang petang. Puluhan personel pemadam kebakaran dibantu relawan segera menuju tempat kejadian untuk melokalisasi kobaran api. Fokus utama petugas adalah mencegah si jago merah merambat ke unit kapal lain atau fasilitas docking yang berada di sekitarnya.

Baca juga: Sebuah kapal terbakar hebat di Sungai Mentaya

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat teknis untuk perawatan armada laut. Berbagai jenis kapal, mulai dari tongkang hingga tugboat, biasanya bersandar di sana untuk menjalani pemeliharaan rutin maupun perbaikan besar.

Proses perbaikan di area docking ini seringkali melibatkan aktivitas teknis yang memiliki risiko tinggi. Salah satu pekerjaan yang lazim dilakukan adalah pengelasan pada bagian lambung kapal yang mengalami kebocoran atau kerusakan struktur.

“Tempat itu merupakan lokasi perbaikan kapal. Biasanya kapal tongkang atau tugboat bersandar untuk dilakukan perbaikan, seperti pengelasan pada bagian kapal yang mengalami kebocoran atau kerusakan,” ujarnya.

Menanggapi isu mengenai adanya aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di lokasi tersebut, Ridowan membantah hal tersebut. Ia memastikan bahwa lokasi tersebut murni tempat perbaikan dan bukan merupakan titik distribusi BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal, bukan untuk distribusi minyak,” demikian Ridowan.

Sejauh ini, otoritas terkait belum merilis keterangan resmi mengenai total kerugian materil maupun adanya korban jiwa. Tim di lapangan masih fokus pada tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi.

Baca juga: Pergerakan penumpang di Pelabuhan Sampit tembus 11.063 orang

Baca juga: BMKG ungkap cuaca panas di Kotim dipengaruh siklon tropis narelle

Baca juga: Praktisi perlindungan anak di Kotim dukung pemberlakuan PP Tunas selamatkan anak



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026