Logo Header Antaranews Kalteng

Pergerakan penumpang Lebaran 2026 di Bandara Haji Asan Sampit capai 10.537 orang

Selasa, 31 Maret 2026 06:37 WIB
Image Print
Suasana di terminal penumpang Bandara Haji Asan Sampit H-2 Lebaran 2026. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat realisasi pergerakan penumpang selama momentum Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 10.537 orang.

“Berdasarkan rekapitulasi data lalu lintas angkutan udara (LLAU) kami selama periode Angkutan Lebaran 2026 total pergerakan penumpang mencapai 10.537 orang yang menunjukkan kenaikan sekitar 25,6 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata PIC Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara Haji Asan Sampit Alfiansyah di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, bahwa data tersebut merupakan akumulasi selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Haji Asan Sampit yang berlaku mulai H-8 hingga H+8 Lebaran, yakni 13 - 30 Maret 2026.

Dari data tersebut, pihaknya mencatat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang melalui bandara satu-satunya di Kotim tersebut selama periode Lebaran 2026.

Hal ini sesuai dengan prediksi awal pihaknya, mengingat adanya penambahan maskapai yang beroperasi dibandingkan tahun lalu, sehingga kapasitas angkut dan frekuensi penerbangan dari dan menuju Sampit mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kalau 2025 lalu hanya ada maskapai NAM Air yang melayani penerbangan di Sampit pada periode Lebaran, tahun ini kita ada tambahan maskapai Wings Air. Jumlah penerbangan harian pun bertambah, dari yang sebelumnya rata-rata empat sehari kini menjadi delapan,” ujarnya.

Alfiansyah merincikan, pada 2025 lalu pergerakan penumpang di Bandara Haji Asan Sampit pada periode Lebaran sebanyak 8.387 orang, meliputi 4.504 penumpang berangkat dan 3.520 penumpang turun. Sedangkan, pada 2026 ini ada total 10.537 penumpang meliputi 6.033 penumpang berangkat dan 4.867 penumpang turun.

Pergerakan penumpang ini didukung dengan meningkatnya jumlah penerbangan harian. Pada periode yang sama tahun lalu, ada 74 penerbangan dengan rincian 37 kedatangan dan 37 keberangkatan, sedangkan pada tahun ini ada 134 penerbangan dengan rincian 67 kedatangan dan 67 keberangkatan.

“Sebaliknya untuk pergerakan kargo pada tahun ini menurun. Pada 2025 lalu total kargo ada 31.820, sedangkan pada 2026 turun 1,4 persen menjadi 31.378. Meskipun, penurunannya tidak banyak,” imbuhnya.

Baca juga: Legislator Kotim minta perketat pengawasan perkapalan

Alfiansyah menambahkan, sesuai ketentuan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Haji Asan Sampit berakhir pada 30 Maret 2026, selanjutnya aktivitas di bandara akan berlangsung seperti biasa.

Selama posko berlangsung situasi dan kondisi di Bandara Haji Asan Sampit tergolong aman dan kondusif. Tidak ada kejadian yang menonjol atau pun masalah teknis.

Meski sempat ada delay atau keterlambatan penerbangan, tetapi keterlambatan tersebut saat pesawat berada di bandara keberangkatan, Surabaya, bukan di Kotim.

Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik di Bandara Haji Asan tahun ini juga tidak lepas dari koordinasi intensif antara pihak bandara dengan pihak keamanan dan instansi terkait.

Peningkatan jumlah personel di titik-titik krusial seperti area check-in dan pemeriksaan keamanan terbukti efektif dalam mencegah antrean panjang, meski jumlah penerbangan harian meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Pihaknya berharap tren positif kenaikan jumlah penumpang ini dapat terus terjaga di luar periode Lebaran, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor transportasi udara.

Ia juga menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan serta aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama bagi seluruh pengguna jasa di Kotawaringin Timur.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama seluruh instansi terkait dan kepatuhan penumpang terhadap aturan penerbangan selama masa posko ini. Kedepannya, kami akan terus berupaya meningkatkan layanan bagi para pengguna jasa transportasi udara melalui Bandara Haji Asan,” demikian Alfiansyah.

Baca juga: DPRD Kotim sebut realisasi pendapatan 2025 terdampak perubahan regulasi

Baca juga: DPRD Kotim desak penegak hukum berantas rantai pencurian sawit

Baca juga: Realisasi pendapatan daerah Kotim pada 2025 capai 88,98 Persen



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026