Logo Header Antaranews Kalteng

Bangun pagi rutin pada waktu yang sama bantu lancarkan buang air besar

Selasa, 31 Maret 2026 16:37 WIB
Image Print
Ilustrasi seseorang menikmati pemandangan alam. ((Pixabay/Engin_Akyurt)) ((Pixabay/Engin_Akyurt)/)

Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan bangun pagi yang konsisten di waktu yang sama dapat bermanfaat untuk memperlancar buang air besar dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Ditulis laman Eating Well, Senin waktu setempat, ahli gastroenterologi bersertifikat Dr. Neil Parikh mengatakan banyak orang tidak mengetahui bangun pada waktu yang sama memberi diri waktu yang cukup untuk buang air besar dengan lancar dan membantu menjaga sistem pencernaan berfungsi lancar.

“Usus kita mengikuti ritme sirkadian dan dapat dipersiapkan dengan konsistensi. Ketika kita bangun pada waktu yang sama setiap hari, usus besar kita belajar kapan harus aktif,” kata Parikh.

Parikh mengatakan tubuh memiliki jam internal yang disebut ritme sirkadian yang juga berperan aktif dalam pencernaan. Jika kebiasaan bangun di waktu yang sama dilakukan konsisten, kontraksi usus yang selaras dengan ritme sirkadian akan membantu menggerakkan feses dan dorongan untuk buang air besar dapat terprediksi.

Namun jika banyak mengubah waktu rutinitas pagi, maka keseimbangan ritme akan terganggu menyebabkan pergerakan feses menjadi lebih lemah atau tertunda dan dapat menyebabkan buang air besar lebih jarang.

“Jika merasa sembelit, cobalah untuk bekerja sama dengan jam internal tubuh Anda. Usahakan untuk bangun dalam waktu satu jam dari waktu bangun Anda biasanya, bahkan di akhir pekan; jika Anda biasanya bangun pukul 6:30 pagi, cobalah untuk tidak menunda bangun tidur setelah pukul 7:30 pagi,” katanya.

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kesehatan usus dan tidur bersifat timbal balik. Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan negatif pada mikrobioma usus kita, sedangkan tidur berkualitas baik memiliki efek sebaliknya.

Sebuah studi menemukan bahwa pergeseran 90 menit di titik tengah tidur sudah cukup untuk mengubah susunan mikroba di usus yang menjadi kunci dalam keteraturan buang air besar.

Mengatur ritme tidur dan bangun di waktu yang sama secara konsisten juga memungkinkan tidak melewatkan sarapan yang dapat mendorong pelunakan tinja, terutama sarapan tinggi serat sehingga feses bisa bergerak lebih cepat di usus.

Seorang ahli gastroenterologi bersertifikasi Dr. Ritu Nahar MD mengatakan mengisi kembali cairan di pagi hari membantu merangsang kembali usus dan melancarkan pencernaan.

Ia mengatakan bahwa minuman hangat seperti kopi panas atau teh panas secara khusus membantu merilekskan usus kecil dan memulai peristaltik (pergerakan makanan dan cairan melalui saluran pencernaan).

“Hal ini juga membantu karena kebiasaan ini mudah diakses dan sederhana untuk ditambahkan ke rutinitas harian Anda,” tambahnya.

Selain menjaga jadwal tidur yang konsisten, para ahli juga merekomendasikan tips lainnya seperti memprioritaskan hidrasi, awali sarapan dengan kaya serat, menggerakkan tubuh, hingga mengelola stres.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026