
OJK: Aktivitas kredit bank umum meningkat 8,68 persen

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan pada posisi Februari 2026, kinerja bank umum mengalami peningkatan dibanding Februari 2025, salah satunya terlihat dari aktivitas kredit atau pembiayaan.
"Kredit meningkat Rp4,35 triliun atau 8,68 persen dari tahun ke tahun atau year-on-year (yoy), dari Rp50,18 triliun menjadi Rp54,53 triliun," kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Rabu.
Jenis penggunaan kredit pada posisi Februari 2026 masih didominasi kredit konsumtif yaitu sebesar Rp21,54 triliun atau 39,51 persen dari total kredit, diikuti kredit modal kerja Rp17,06 triliun atau 35,49 persen dari total kredit, serta kredit investasi Rp13,33 triliun atau sebesar 25 persen dari total kredit.
"Adapun lima sektor ekonomi yang menggunakan fasilitas kredit terbesar di Kalimantan Tengah, pertama adalah rumah tangga Rp21,21 triliun atau 38,89 persen dari total kredit," terangnya.
Kemudian pertanian, kehutanan dan perikanan Rp16,66 triliun atau 30,56 persen dari total kredit, industri pengolahan Rp1,04 triliun atau 1,91 persen dari total kredit, aktivitas jasa lain Rp0,96 triliun atau 1,76 persen dari total kredit, serta konstruksi Rp0,86 triliun atau 1,58 persen dari total kredit.
Baca juga: DJPb: Kinerja pendapatan dan hibah APBN Kalteng tumbuh 23,79 persen
Selanjutnya berdasarkan jenis usaha maka penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi oleh kredit non-UMKM yaitu Rp36,20 triliun atau 66,39 persen dari total penyaluran kredit.
Setelah itu diikuti oleh kredit mikro sebesar Rp9,10 triliun atau 16,69 persen dari total penyaluran kredit, kredit kecil yaitu Rp5,88 triliun atau sebesar 10,79 persen dari total penyaluran kredit, serta kredit menengah yaitu Rp3,34 triliun atau sebesar 6,12 persen dari total penyaluran kredit.
Lebih lanjut Primandanu memaparkan indikator lain yang membuat kinerja bank umum di Kalimantan Tengah meningkat adalah dari sisi aset yang meningkat Rp9,47 triliun atau 10,97 persen (yoy) dari Rp86,35 triliun menjadi sebesar Rp95,83 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) meningkat Rp2,90 triliun atau 5,99 persen (yoy) dari Rp48,43 triliun menjadi sebesar Rp51,34 triliun.
Baca juga: Gubernur Kalteng: Cegah penimbunan dan tak perlu 'panic buying' BBM
Baca juga: Gubernur Kalteng: Beri sanksi ASN tidak hadir
Baca juga: Disbudpar Kalteng: Festival Budaya Isen Mulang 2026 tetap digelar
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
