
OJK-IASC terima 3.251 aduan dari Kalteng, terbanyak di Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Indonesia Anti-Scam-Centre (IASC) mencatat ada sebanyak 3.251 aduan yang berasal dari wilayah provinsi setempat.
"Berdasarkan data IASC di wilayah Kalimantan Tengah pada periode November 2024 sampai dengan 28 Februari 2026, tercatat sebanyak 3.251 aduan melalui sistem IASC," kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Sabtu.
Dia menjabarkan, Palangka Raya masih menjadi wilayah dengan pelaporan tertinggi untuk Kalteng dengan sebanyak 1.068 laporan.
Kemudian disusul Kabupaten Kotawaringin Timur 425 laporan, Kotawaringin Barat 365 laporan, Kapuas 247 laporan, Barito Utara 173 laporan serta disusul kabupaten lainnya.
"Dari pelaporan yang diterima melalui IASC ini, sudah menunjukkan kesadaran dan respons baik dari masyarakat di Kalteng yang sudah dapat aktif melaporkan berbagai kejadian tersebut," terangnya.
Baca juga: OJK: Aktivitas kredit bank umum meningkat 8,68 persen
Baca juga: Gubernur Kalteng: Cegah penimbunan dan tak perlu 'panic buying' BBM
Masyarakat juga dinilai sudah mulai memahami keberadaan IASC, sehingga sebagian sudah cukup proaktif membuat laporan. Berdasarkan jenis kelaminnya, pelaporan didominasi oleh perempuan dengan 68 persen dan laki-laki 32 persen.
Adapun lima modus investasi ilegal yang paling banyak ditemui yakni money games, jasa periklanan dengan sistem deposit, duplikasi penawaran investasi yang berizin, penawaran pendanaan serta perdagangan kripto.
Sementara itu berdasarkan data Satuan Tugas Pemberantasan Keuangan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) di Kalimantan Tengah, hingga 28 Februari 2026 terdapat sebanyak 311 pengaduan, terdiri dari 52 pengaduan terkait investasi ilegal dan 259 pengaduan terkait pinjaman online ilegal.
"OJK Kalteng terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sekaligus mempercepat perluasan akses keuangan hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil," jelasnya.
Melalui upaya yang terarah dan berkelanjutan, OJK optimistis sektor jasa keuangan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Gubernur Kalteng: Beri sanksi ASN tidak hadir
Baca juga: Mahasiswa jadi stafsus, Gubernur Kalteng beri ruang generasi muda kawal pembangunan
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
