Logo Header Antaranews Kalteng

Perempuan Kotim didorong melek literasi keuangan syariah lewat Sicantiks

Rabu, 8 April 2026 17:17 WIB
Image Print
OJK Kalteng bersama Pemkab Kotim menggelar sosialisasi Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah dalam rangka kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Selasa (7/4/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sicantiks) bagi perempuan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi di Sampit, Selasa, mengatakan, program ini sangat penting, karena pengelolaan keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh semua kalangan.

"Terutama perempuan yang sering kali menjadi menteri keuangan di rumah, yang bertugas mengatur anggaran rumah tangga,” jelasnya.

Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan sosialisasi Sicantiks dalam rangka kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng di lantai II Kantor Bupati Kotim.

Kegiatan ini menyasar antara lain ibu-ibu Persit, Bhayangkari dan para pelaku UMKM perempuan. Dengan melibatkan narasumber dari Bank Indonesia dan lembaga jasa keuangan setempat.

Rafiq menjelaskan literasi keuangan menjadi bekal utama bagi masyarakat untuk mengambil keputusan tepat. Hal ini juga bertujuan menghindari risiko serta menjaga kesehatan keuangan keluarga.

Ia menilai peran perempuan dalam keluarga sangat strategis sebagai pengatur anggaran rumah tangga. Ibu sering kali menjadi menteri keuangan yang merencanakan masa depan anak-anak mereka.

“Apabila para ibu memahami keuangan dengan baik, dampaknya akan terasa langsung ke keluarga. Bahkan manfaat pemahaman finansial tersebut akan terus berlanjut hingga ke generasi berikutnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan berat terkait banyaknya tawaran investasi yang tidak jelas. Saat ini marak terjadi penipuan digital dan berbagai risiko keuangan lainnya yang mengintai masyarakat.

Banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan tetapi belum memahami manfaat dan risikonya. Disinilah pentingnya kegiatan Sicantiks bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM perempuan.

“Usaha yang berkembang bukan hanya karena produk yang bagus, tetapi juga karena pengelolaan keuangan yang rapi dan pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan lebih bijak dan selektif memilih produk keuangan. Mereka juga diminta waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya.

Para peserta diharapkan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing setelah kegiatan. Pengetahuan yang didapat bisa dibagikan kepada keluarga, teman, hingga komunitas luas.

Pemerintah berharap kegiatan Sicantiks menjadi langkah nyata mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Masyarakat yang cakap secara finansial akan lebih kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi.

“Apa yang didapatkan hari ini, bisa dibagikan kepada keluarga, teman, dan komunitas, sehingga dampaknya akan terasa lebih masif dan berguna bagi sesama,” harap Rafiq.

Baca juga: Pemkab Kotim rumuskan solusi atasi hambatan listrik masuk desa

Sementara itu, Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menerangkan perbedaan literasi dan inklusi. Literasi terkait pemahaman, sedangkan inklusi merupakan pemanfaatan produk layanan jasa keuangan.

Ia juga memaparkan mengenai tugas dan fungsi OJK yang dirangkum dalam 3M, yakni Mengatur, Mengawasi dan Melindungi. Jika terdapat kendala atau aduan terkait layanan jasa keuangan, masyarakat sebagai konsumen dapat melapor ke OJK.

“Kami dari OJK, mengatur dan mengawasi seluruh lembaga jasa keuangan seperti perbankan, finance, pegadaian, hingga asuransi. Ketika ada kendala atau aduan terkait produk pelayanan jasa keuangan maka masuk pada tugas kami yang ketiga, yakni melindungi,” paparnya.

Ia mencontohkan perlindungan hak konsumen jika dikenakan biaya di luar kontrak yang disepakati. Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dalam penggunaan produk pembiayaan lembaga keuangan.

Primandanu melanjutkan, salah satu landasan pihaknya melaksanakan sosialisasi ini karena adanya riset dari Organisation for Economic Co-operation and Development, yakni salah satu lembaga internasional.

Inti dari riset tersebut, menyatakan bahwa masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, yang memiliki literasi keuangan yang baik memiliki korelasi yang positif terhadap kesejahteraan finansial masing-masing.

Selain itu, ada survei dari World Bank (bank dunia) yang lebih spesifik menyasar kalangan ibu-ibu. Survei tersebut menunjukkan bahwa semakin seseorang akrab dengan produk dan layanan keuangan yang formal ini bisa meningkatkan kepercayaan keuangan dan juga bisa meningkatkan pengembangan usahanya, khusus bagi ibu-ibu pelaku UMKM.

“Untuk itu kami hadir untuk sosialisasi dan pengenalan bagi ibu-ibu semua. Tapi perlu saya garis bawahi, dalam kegiatan ini kami mengajak semua berdiskusi dan berbagi pengalaman, agar pemahaman terkait produk dan layanan keuangan bisa lebih komprehensif lagi,” demikian Primandanu.

Baca juga: Pemkab Kotim pertegas legalitas kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya

Baca juga: Pemkab Kotim dukung penguatan akses keuangan masyarakat

Baca juga: Pemkab Kotim tetapkan status siaga karhutla dan kekeringan 185 hari



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026