
Pemkab Kotim targetkan proyek listrik Pulau Hanaut tuntas tahun ini

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus memacu penyelesaian proyek strategis kelistrikan menuju Kecamatan Pulau Hanaut yang ditargetkan tuntas tahun ini.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam di Sampit, Rabu, mengatakan jaringan ke Pulau Hanaut ini sudah berjalan dan tapak towernya sudah ada di empat titik.
"Satu titik di Bagendang, dua titik di Pulau Lepeh dan satu titik di seberang yakni di Pulau Hanaut sendiri," ucapnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada pada percepatan administrasi perizinan guna memastikan infrastruktur yang sudah terbangun dapat segera dioperasikan bagi masyarakat.
Menurutnya, proyek ini sudah mengantongi beberapa persyaratan teknis penting, terutama yang berkaitan dengan letak geografis wilayah tersebut. Hal ini sangat penting karena jaringan kabel listrik akan melintasi jalur perairan yang aktif digunakan oleh kapal-kapal besar dan kecil.
Ia juga menyebutkan, pemerintah daerah tengah mengawal proses izin pemanfaatan ruang dari kabupaten agar konstruksi bisa segera difinalisasi.
"Sudah ada rekomendasi untuk terkait dengan bentang kabel sungai supaya tidak mengganggu arus pelayaran, kemudian juga ada beberapa rekomendasi yang sudah didapatkan ini sedang proses," ungkapnya.
Sementara itu, untuk progres fisik pembangunan di lapangan sudah menunjukkan angka yang sangat signifikan, yakni diatas 70 persen.
Baca juga: Perempuan Kotim didorong melek literasi keuangan syariah lewat Sicantiks
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) ini menerangkan, secara teknis, konstruksi utama untuk menyambungkan arus listrik ke wilayah yang selama ini terisolasi tersebut hampir mendekati tahap akhir penyelesaian.
Pemkab Kotim mendorong agar proses administrasi ini dipercepat sehingga beriringan dengan tuntasnya pembangunan menara-menara pengantar daya listrik tersebut.
Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh agar hambatan administratif tidak menunda target waktu yang telah ditetapkan. Harapannya, sinergi antara izin dan pengerjaan lapangan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi warga di pesisir.
"Jika kita lihat dari persentase pembangunan, hampir di atas 70 persen sudah. Mudah-mudahan seiring jalan perizinan sudah tuntas, pembangunannya juga selesai. Target kami tiga sampai empat bulan kedepan harus sudah selesai," demikian Rody Kamislam.
Baca juga: Pemkab Kotim rumuskan solusi atasi hambatan listrik masuk desa
Baca juga: Pemkab Kotim pertegas legalitas kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya
Baca juga: Pemkab Kotim dukung penguatan akses keuangan masyarakat
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
