Logo Header Antaranews Kalteng

Lomba Besei Kambe dan Manyipet meriahkan Festival Budaya di Kapuas

Kamis, 9 April 2026 17:06 WIB
Image Print
Antusias peserta ikuti lomba Besei Kambe meriahkan Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota ke-220 Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemkab Kapuas, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Diskominfosantik Kapuas

Kuala Kapuas (ANTARA) - Puluhan peserta lomba Besei Kambe dan Manyipet meriahkan Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota ke-220 Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” kata Wakil Bupati Kapuas, Dodo, saat membuka kegiatan tersebut, Kamis.

Dodo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, serta semakin melibatkan generasi muda agar budaya daerah tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Festival ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan olahraga tradisional di tingkat lokal maupun regional.

Baca juga: Polisi ringkus seorang petani edar sabu di Kapuas

Terkait perlombaan Besei Kambe, bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kapuas.

Besei Kambe adalah olahraga tradisional suku Dayak Ngaju di Kalteng yang berarti "Dayung Hantu" atau "mendayung arwah/nenek moyang". Ini adalah lomba mendayung perahu berlawanan arah, di mana dua regu saling tarik-menarik dalam satu perahu hingga mencapai batas tertentu, menyerupai tarik tambang di air.

Sementara terkait perlombaan Manyipet, merupakan bagian dari khazanah budaya Dayak yang harus dijaga dan dilestarikan, khususnya di Kalteng. Menyipet tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ajang persiapan menghadapi Lomba Isen Mulang yang akan dilaksanakan di Palangka Raya pada bulan Mei mendatang.

“Saya mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, dan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman, dan sukses,” demikian Dodo.

Sementara dalam lomba Besei Kambe diikuti sebanyak 32 peserta Putra Kategori Umum dan Pelajar dan 21 peserta Putri Kategori Umum dan Pelajar. Sedangkan perlombaan Menyipet, diikuti oleh sebanyak 34 peserta yang terdiri dari 25 laki-laki dan 9 perempuan. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan, organisasi, instansi, hingga sekolah yang ada di daerah setempat.

Baca juga: Sekda Kapuas minta OPD perketat pengawasan bahan berbahaya pada makanan

Baca juga: Bupati Kapuas terima hibah peralatan karhutla dari Kementerian LH

Baca juga: Lomba Bagasing dan Balogo meriahkan Festival Budaya di Kapuas



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026